Kronologi Bocah 11 Tahun di Bengkulu Diduga Korban Penculikan, Berhasil Kabur dan Pulang Selamat
January 17, 2026 08:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Warga Bengkulu digegerkan dengan dugaan kasus penculikan yang menimpa seorang bocah berusia 11 tahun. 

Korban dilaporkan sempat dibawa oleh orang tak dikenal, namun berhasil melarikan diri dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat, sehingga memicu kelegaan sekaligus kekhawatiran warga sekitar.

Diketahui, korban bernama Fahri Ramadhan, warga Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, akhirnya pulang ke kediaman keluarganya pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, setelah sempat hilang sejak Kamis (15/1/2026) malam.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD) itu pulang dengan kondisi fisik relatif baik, meski ditemukan mengalami luka ringan berupa goresan di bagian kaki.

Namun demikian, korban diketahui mengalami trauma cukup berat akibat peristiwa yang diduga merupakan penculikan anak tersebut.

Kakak korban, Dian, saat dikonfirmasi melalui telepon pada Sabtu (17/1/2026), membenarkan bahwa adiknya sempat menghilang selama hampir satu malam.

Keluarga sempat panik dan berupaya mencari Fahri ke sejumlah lokasi sebelum akhirnya mendapat kabar bahwa korban telah kembali ke rumah.

"Adik saya sudah pulang dalam keadaan selamat. Tapi secara psikologis dia masih trauma atas kejadian tersebut," ungkap Dian kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (17/1/2026).

Berdasarkan cerita sementara dari korban, dugaan penculikan itu bermula saat Fahri sedang bermain di sekitar Masjid Jamik yang tidak jauh dari rumahnya.

Di lokasi tersebut, korban didatangi oleh tiga orang dewasa yang tidak dikenalnya.

Ketiganya kemudian mencoba mendekati Fahri dengan berbagai bujukan, seperti menawarkan makanan dan bahkan menjanjikan telepon genggam baru.

Baca juga: Aksi Maling Nekat Bobol Gudang Baju di Pantai Jakat Bengkulu, Korban Rugi Jutaan Rupiah

Fahri mengaku tidak mengingat secara jelas bagaimana akhirnya ia bisa ikut bersama ketiga orang tersebut.

Namun, korban menyadari dirinya telah dibawa menjauh dari lingkungan tempat tinggalnya hingga ke arah kawasan Pantai Panjang.

Di lokasi tersebut, korban diduga ditahan di sebuah rumah yang kondisinya terpencil dan jauh dari permukiman warga.

Situasi tersebut membuat Fahri merasa ketakutan.

Dalam kondisi tertentu, ketika para pelaku lengah, korban kemudian memberanikan diri untuk melarikan diri.

Dengan sisa tenaga dan rasa panik, Fahri pulang dengan berjalan kaki hingga akhirnya kembali ke rumah keluarganya.

Fahri diketahui mengalami trauma atas kejadian tersebut.

Untuk itu, pihak keluarga telah mengambil langkah dengan berkoordinasi bersama UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPA PP KB) Provinsi Bengkulu.

"Kami sudah berkomunikasi dengan UPTD PPA supaya adik saya bisa mendapatkan pendampingan dan pemulihan trauma," kata Dian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.