TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Posko pusat pencarian pesawat Indonesia Air Transport yang hilang di kawasan Bulusaraung, Maros- Pangkep, direlokasi ke Tompobulu, Pangkep dari Leang-leang Maros.
Sabtu (16/1/2025) malam, tim gabungan bersama para relawan mulai berbondong-bondong ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Pencarian yang sempat dihentikan sementara, akan dilanjutkan Minggu (17/1/2026) subuh, beberapa jam lagi.
Desa Tompobulu, Balocci, sekitar 21 km dari Pangkajene, Pangkep, berada di kaki gunung Bulusaraung.
Pelaksana Kepala BPBD Pangkep M Akbar Yunus menjelaskan akses jalan menuju Desa Tompobulu cukup terjal.
Baca juga: Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport PK-THT Berusia 25 Tahun, Terbang Perdana 10 Oktober
Meski bisa, kendaraan roda empat tak disarankan menuju ke lokasi tersebut.
"Sebenarnya tidak jauh, tapi jalanannya sempit, di sisi kiri itu jurang," ujar Akbar Yunus, ditemui di kantor BPBD Pangkep, Jl Flamboyan, Pangkajene.
Saat ditemui, Akbar memakai rompi BPBD, masih sibuk mengkoordinasi timnya yang akan mengirim logistik ke Desa Tompobulu.
Logistik berupa makanan dikirim untuk tim gabungan yang sudah di Desa Tompobulu.
"Ini kami baru saja kirim 300 bungkus makanan di sana," ucapnya lagi.
Menurut Akbar, ada dua tanjakan ekstrem untuk sampai ke desa tersebut.
"Kemiringannya itu bisa sampai 45 derajat, mobil itu kadang tidak kuat, lebih baik pakai motor," kata Akbar memberi saran ke Jurnalis Tribun-Timur.com yang akan menuju ke Desa Tompobulu.
Selain jalan, situasi yang diprediksi juga akan menjadi kendala pencarian korban adalah kondisi cuaca.
Berada di daerah ketinggian, suhu di Tompobulu dingin, apalagi saat ini sedang musim hujan.
"Itu di sana selalu berkabut, apalagi sekarang sering hujan," kata dia. (*)