Cucu Pengusaha Kaya, Rylan Henry Pribadi Tak Suka Flexing, Sepatu Rusak Dilakban, Ibu: Sampai Hancur
January 18, 2026 03:06 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kabar duka menyelimuti keluarga pengusaha ternama Henry Pribadi.

Duka mendalam itu datang dari kepergian sang cucu, Rylan Henry Pribadi, yang meninggal dunia pada usia 17 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain ski di Jepang.

Meski lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga konglomerat, sosok Rylan justru dikenal jauh dari kesan gemerlap.

Kepribadiannya yang sederhana diungkap langsung oleh sang ibu, Jackie Pribadi, dalam upacara penghormatan terakhir yang berlangsung penuh haru.

Di hadapan para pelayat, Jackie membagikan sisi lain putranya yang jarang tersorot publik. Rylan digambarkan sebagai remaja yang memiliki kesadaran tinggi terhadap nilai uang dan tidak pernah merasa perlu memamerkan kekayaan keluarganya.

Kesederhanaan itu bukan sekadar citra, melainkan benar-benar ia jalani dalam keseharian.

Baca juga: Kecintaan pada Ski Renggut Nyawa, Perjalanan Terakhir Rylan Henry Pribadi jadi Firasat, Impian Pupus

RYLAN HENRY PRIBADI - Kolase potret Reza Pribadi di pemakaman Rylan Henry Pribadi
RYLAN HENRY PRIBADI - Kolase potret Reza Pribadi di pemakaman Rylan Henry Pribadi (TikTok/@apaajaboleh2012)

Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah cara Rylan memperlakukan barang-barang pribadinya.

Di saat banyak anak seusianya berlomba mengenakan barang bermerek, Rylan justru memilih menggunakan apa yang ia miliki sampai benar-benar tidak bisa dipakai lagi.

Baginya, fungsi dan makna jauh lebih penting daripada gengsi.

"Dia adalah anak yang sangat sederhana. Dia tahu nilai uang dan sangat nyaman dengan siapa dirinya. Dia tidak pernah merasa perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun," ungkap Jackie Pribadi dalam pidato perpisahannya seperti dikutip Grid.ID dari kanal Youtube Atoe Mtvm, Sabtu (17/1/2026).

Jackie juga mengenang kebiasaan putranya yang begitu mencintai sepasang sepatu bola miliknya, sebuah cerita sederhana yang menjadi cerminan karakter Rylan semasa hidup.

Dari kisah-kisah kecil itulah, sosok Rylan dikenang bukan karena latar belakang keluarganya, melainkan karena kerendahan hati dan kepribadiannya yang tulus.

Alih-alih meminta yang baru saat mulai rusak, remaja berusia 17 tahun itu justru memperbaikinya sendiri.

"Lemari pakaiannya, sepatu bolanya, Birkenstock-nya (sandal), dia akan memakainya sampai benar-benar hancur. Dia bahkan harus melakban sepatu bolanya agar tetap menyatu," lanjut Jackie dengan suara bergetar.

Bahkan, saking lamanya memakai sandal kesayangannya, potongan-potongan gabus dari sandal tersebut seringkali berjatuhan di lantai saat Rylan berjalan.

Kesederhanaan Rylan ternyata bukan hanya soal materi, tapi juga sikap.

Jackie menceritakan momen saat Reza Pribadi (ayah Rylan) terkejut ketika kepala sekolah di Brisbane Grammar School memuji video-video berkualitas yang dibuat Rylan untuk asrama.

Sang ayah bahkan tidak tahu bahwa putranya memiliki bakat tersebut karena Rylan tidak pernah memamerkannya di rumah.

"Rylan melakukan sesuatu hanya karena menurutnya itu benar, bukan untuk pengakuan," tambah sang ibu.

Sosok yang Merangkul Mereka yang Kesepian

Rylan yang lahir pada 22 Februari 2008 ini juga dikenal sebagai pelindung bagi teman-temannya.

Di sekolah asramanya di Australia, ia dikenal sebagai sosok "Big Brother" yang selalu merangkul siswa-siswa yang terlihat kesepian atau tidak punya teman.

Kesaksian dari teman-teman sekolahnya menggambarkan Rylan sebagai "orang paling tidak mementingkan diri sendiri."

Ia lebih suka memberikan energinya untuk mengangkat semangat orang lain daripada menonjolkan diri sendiri.

Sebelumnya kabar meninggalnya Rylan Henry Pribadi dikonfirmasi sejumlah tokoh dan pengusaha.

Salah satunya pengusaha dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F. Gontha.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, ia menyebut Rylan Henry Pribadi menghembuskan napas terakhirnya saat berada di Jepang.

Penyebab kepergiannya disebutkan karena sebuah kecelakaan olahraga.

"Saya ingin menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya secara pribadi kepada Henry dan Emmy, atas kepergian cucu tercinta mereka, Rylan, dalam sebuah kecelakaan olahraga di Jepang," tulis Peter F. Gontha seperti dikutip Grid.ID, Sabtu (17/1/2026).

Kepergian Rylan tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan terdekatnya.

Baca juga: Kematian Rylan Henry Pribadi Ditangisi Penjaga Kos, Sikapnya Merakyat Meski Cucu Konglomerat

CUCU KONGLOMERAT MENINGGAL - Kolase kabar pengumuman meninggalnya Rylan Henry Pribadi, cucu konglomerat Henry Pribadi
CUCU KONGLOMERAT MENINGGAL - Kolase kabar pengumuman meninggalnya Rylan Henry Pribadi, cucu konglomerat Henry Pribadi (Instagram/@anindyabakrie)

Pengusaha sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie, melalui akun Instagram resminya, turut menyampaikan bela sungkawa yang mendalam.

Rylan diketahui merupakan putra dari Reza Pribadi, yang merupakan sahabat karib Anindya Bakrie.

Tak hanya itu, Rylan juga merupakan teman dekat dari putra Anindya.

"Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia yang masih sangat muda. Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya," tulis Anindya Bakrie.

Dalam unggahan tersebut, Anindya mengenang Rylan sebagai sosok remaja yang luar biasa dan berprestasi.

"Dari usia dini, Rylan melambangkan kepintaran, tata krama, sportifisme, kerja keras, dan prestasi yang membanggakan," lanjutnya.

Rylan Henry Pribadi lahir pada 22 Februari 2008 dan meninggal dunia pada 7 Januari 2026.

Ia meninggal dunia di usia 17 tahun.

Rylan adalah bagian dari keluarga besar Pribadi, keluarga yang dikenal luas di dunia bisnis Indonesia.

Kakeknya, Henry Pribadi, merupakan pengusaha besar pendiri Napan Group yang memiliki jejak panjang dalam sejarah korporasi di tanah air.

(TribunTrends/Grid.ID)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.