Komentar Jorge Jesus Bikin Panas Al Hilal, Pelatih Ronaldo Cs Terancam Sanksi Berat
January 18, 2026 12:56 PM

TRIBUNNEWS.COM - Komentar Jorge Jesus memicu polemik besar. Pelatih Al Nassr itu kini menghadapi ancaman sanksi dendan dan larangan mendampingi Cristiano Ronaldo Cs dari pinggir lapangan.

Jorge Jesus kini berada di bawah sortan setelah komentarnya dalam konferensi pers dinilai menyerang Al Hilal.

Klub yang pernah dilatihnya itu kini bereaksi dan mengancam akan membuat laporan kepada pelatih asal Portugal itu.

Masalah bermula ketika Jorge Jesus yang kini menangani Cristiano Ronaldo Cs di Al Nassr, menyebut bahwa timnya tidak memiliki kebiasaan menekan wasit seperti yang dilakukan Al Hilal.

Pernyataan itu disampaikan Jorge Jesus jelang pertandingan pekan ke-Al Nassr melawan Al Shabab pada pekan ke-16 Liga Arab Saudi.

Laga ini sendiri telah selesai digelar dengan kemenangan 3-2 untuk Al Nassr, hasil yang memutus tiga kekalahan beruntun Ronaldo dkk.

Sebelum laga ini digelar, Jorge Jesus berbicara ke media di sesi pre match conference pers atau PMPC.

Baca juga: Panasnya Derby Riyadh Al Hilal vs Al Nassr Merembet ke Timnas Arab Saudi, Rekan Setim Ronaldo Mutung

Alih-alih membahas aspek teknis jelang laga kontra Al Shabab, konferensi pers Jorge Jesus justru berubah menjadi sesi penuh ketegangan. 

Ia berbicara panjang lebar soal krisis hasil, masalah mental pemain, hingga isu kepemimpinan di lapangan.

Sebelum melawan Al Shabab, Al Nassr memang menelan tiga kekalahan beruntun, melawan Al Ahli 3-2, Al Qadisiyah 1-2, dan Al Hilal 3-1.

Jorge Jesus berdalih masalah Al Nassr tidak semata soal teknis. Ia menyebut timnya belum siap secara mental dan menolak menjadikan wasit sebagai kambing hitam atas hasil buruk.

Ketika ditanya mengapa para pemain Al Nassr tidak menekan wasit, pelatih 71 tahun ini menjawab dengan kata-kata sensasional.

"Al-Nasr tidak memiliki kebijakan untuk menekan wasit seperti yang dilakukan Al-Hilal, dan jika tim saya kalah, saya tidak mencari wasit," kata Jesus, dikutip dari Al Aawsat.

"Saya bertanggung jawab dan saya mencari solusi, bukan alasan. Apa yang Anda katakan tentang kesalahan wasit adalah benar, tetapi kami memiliki kesalahan yang kami tanggung," ujar Jorge Jesus.

Meski tidak menyebut secara gamblang adanya kecurangan, sindiran itu langsung ditafsirkan sebagai tudingan serius terhadap integritas rival sekota, Al Hilal.

SELEBRASI - Pemain Al Hilal merayakan setelah meraih kemenangan di Liga Arab Saudi. Al Hilal menaklukkan Al Hazm 3-0 di Stadion Kingdom Arena pada Kamis (9/1/2026) malam.
SELEBRASI - Pemain Al Hilal merayakan setelah meraih kemenangan di Liga Arab Saudi. Al Hilal menaklukkan Al Hazm 3-0 di Stadion Kingdom Arena pada Kamis (9/1/2026) malam. (Official Al Hilal)

Baca juga: Di Balik Derby Riyadh: Mental Juara Al Hilal Menyala, Simone Inzaghi Tatap 20 Kemenangan Beruntun

Reaksi Al Hilal

Reaksi Al Hilal pun keras. Melalui pernyataan resmi, perusahaan klub menyatakan kecaman tegas.

Mereka menyebut sebagai “pernyataan media yang tidak bertanggung jawab” dan mengandung tuduhan yang tidak berdasar serta jauh dari fakta.

Al Hilal menilai ucapan Jorge Jesus tidak hanya merugikan klub, tetapi juga mencederai citra sepak bola Saudi yang tengah berkembang pesat.

Dalam pernyataannya, Al Hilal menekankan bahwa sepak bola Saudi saat ini berada di fase maju, dengan standar profesionalisme tinggi berkat dukungan penuh dari kepemimpinan di Arab Saudi. 

Kompetisi domestik, menurut mereka, telah menjadi magnet bagi pemain bintang dunia dan dijalankan dengan prinsip keadilan serta integritas yang sejalan dengan nilai-nilai FIFA, termasuk netralitas dan perlindungan terhadap kejujuran kompetisi.

Tim berjuluk The Blue Waves itu juga menegaskan kepercayaan penuh kepada otoritas sepak bola Saudi untuk mengambil langkah hukum dan disipliner yang diperlukan.

Bahkan, Al Hilal memastikan tengah menyiapkan laporan resmi atas pernyataan Jorge Jesus, yang dianggap tidak hanya menyerang klub, tetapi juga mencederai proyek besar sepak bola nasional Arab Saudi.

"Al Hilal sedang dalam proses mengajukan pengaduan resmi kepada otoritas yang berwenang untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal ini," tulis Al Hilal dalam pernyataannya.

Situasi ini membuat posisi Jorge Jesus kian rumit. Selain harus membenahi performa Al Nassr yang tengah terpuruk, ia kini terancam sanksi disipliner.

Jika otoritas liga menilai ucapannya melanggar kode etik dan merusak integritas kompetisi, ia bisa dijatuhi sanksi.

AKSI RONALDO - Pemain Al Nassr asal Portugal, Cristiano Ronaldo, dalam pertandingan pekan ke-16 Liga Arab Saudi kontra Al Shabab di Stadion Al-Awwal pada Minggu (18/1/2026) dini hari WIB. (Twitter Al Nassr - 18/1/2026) 
AKSI RONALDO - Pemain Al Nassr asal Portugal, Cristiano Ronaldo, dalam pertandingan pekan ke-16 Liga Arab Saudi kontra Al Shabab di Stadion Al-Awwal pada Minggu (18/1/2026) dini hari WIB. (Twitter Al Nassr - 18/1/2026)  (Al Nassr)

Baca juga: Jorge Jesus Ungkit Lagi Kekalahan Ronaldo Cs, Ungkap Sempat Minta Duel Al Ahli vs Al Nassr Ditunda

Ancaman Sanksi Denda hingga Skorsing

Pakar hukum olahraga Arab Saudi, Yaqub Al-Mutair, mengungkapkan bahwa komentar Jorge Jesus berpotensi masuk pelanggaran serius dalam Regulasi Disiplin dan Etika.

Dalam keterangannya di program televisi Dorina Ghair, Al-Mutair menegaskan bahwa pernyataan yang mengandung tudingan terhadap rival—terlebih menyentuh isu tekanan politik dan media—bisa menyeret sang pelatih ke meja Komite Disiplin.

Menurut Al-Mutair, Jorge Jesus dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 50 Regulasi Disiplin dan Etika Liga Saudi, apabila ada pihak yang secara resmi mengajukan laporan.

Bentuk hukumannya beragam, mulai dari denda ringan hingga sanksi berat, tergantung penilaian komite. 

"Sanksinya bisa berupa denda hingga 40 ribu riyal. Namun jika dinilai sebagai pelanggaran berat karena ia merupakan bagian dari staf pelatih dan ucapannya mengandung tuduhan serta pencemaran terhadap lawan, maka hukumannya bisa meningkat drastis," jelas Al-Mutair, dikutip dari Goal Arab.

Ia bahkan menyebut kemungkinan terburuk berupa larangan mendampingi tim selama enam bulan hingga satu tahun, disertai denda maksimal mencapai 300 ribu riyal.

Al-Mutair menilai pernyataan Jorge Jesus soal adanya “dukungan politik dan media” terhadap Al Hilal sebagai bentuk tuduhan tanpa dasar yang berpotensi merusak reputasi kompetisi secara keseluruhan.

Klarifikasi Jorge Jesus

Sementara itu, di tengah memanasnya isu tersebut, Jorge Jesus akhirnya memberikan klarifikasi dalam konferensi pers setelah kemenangan Al Shabab.

Pelatih Al Nassr itu meminta agar pernyataannya tidak dipelintir atau ditafsirkan di luar konteks. 

Ia menegaskan masih menyimpan rasa hormat tinggi terhadap Al Hilal, klub yang pernah ia tangani selama beberapa musim.

"Jangan menisbatkan ucapan yang tidak pernah saya katakan," ujar Jesus, dikutip dari Al Aawsat. 

Ia menekankan bahwa tanggung jawabnya saat ini sepenuhnya untuk Al Nassr, namun hal itu tidak berarti ia merendahkan klub lain, termasuk Al Hilal.

Jesus juga menyinggung bahwa sepak bola Arab Saudi telah berkembang pesat dan kini berada di level yang jauh lebih profesional. 

Ia menolak anggapan bahwa komentarnya dimaksudkan untuk menyerang integritas kompetisi atau klub tertentu. 

"Saya menghargai pengalaman saya di Al Hilal dan tidak pernah melupakan tahun-tahun saya di sana. Saya hanya meminta agar pernyataan saya tidak ditafsirkan berlebihan," katanya.

Kemenangan 3-2 atas Al Shabab sedikit meredakan tekanan di atas lapangan, tetapi polemik di luar lapangan belum sepenuhnya padam. 

Dengan Al Hilal dikabarkan siap menempuh jalur resmi, nasib Jorge Jesus kini berada di tangan Komite Disiplin Liga Saudi.

Derby Riyadh tak lagi sekadar soal persaingan poin, melainkan juga pertarungan citra, etika, dan batasan ucapan di era sepak bola profesional Arab Saudi.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.