SERAMBINEWS.COM - Pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan jatuh di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel) menewaskan seluruh kru dan penumpang.
Insiden pada Sabtu (17/1/2026) itu disaksikan langsung pendaki gunung.
Sementara itu, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) ini berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung.
Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.
Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.
Baca juga: Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Hancur, TNI AU Turunkan Korpasgat untuk Evakuasi Korban
Ia dan temannya, Muslimin (18) pun panik karena jarak mereka hanya sekitar 100 meter dari jatuhnya pesawat.
"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.
Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.
"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.
Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka.
Baca juga: VIDEO Serpihan Puing Diduga pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Sulawesi
Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Transport pun memasuki hari kedua.
Basarnas dan tim gabungan berhasil menemukan serpihan badan pesawat hari ini, Minggu (18/1/2026) sekira pukul 08.30 WITA.
Mengutip Tribun-Timur.com, Serpihan yang ditemukan meliputi bagian jendela, ekor, dan badan pesawat yang tersebar di beberapa titik sekitar lokasi koordinat pencarian.
"Tim Pasgat TNI AU berjumlah 6 orang melakukan air landed di puncak untuk menjangkau serpihan yang ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar, M Arif.
Meski begitu, ia masih belum mengumumkan apakah tim yang berada di lapangan sudah menemukan korban atau belum.
Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.
Berikut daftar korbannya:
1. Capt Andy Dahananto
2. SIC FO M Farhan Gunawan
3. FOO Hariadi
4. EOB Restu Adi P
5. EOB Dwi Murdiono
6. Flight attendant Florencia Lolita
7. Flight attendant Esther Aprilitas
8. Deden dari KKP
9. Ferry dari KKP
10. Yoga dari KKP. (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Timur.com, Nurul Hidayah/Edi Sumardi)