IHSG Melemah Terbatas pada 19 Januari 2026: Analis Rekomendasikan CTRA, ITMG, dan RAJA
January 18, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan terbatas pada awal pekan, Senin (19/1/2026). 

Kombinasi sentimen domestik dan global membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan indeks berpotensi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG rawan mengalami koreksi jangka pendek seiring meningkatnya sensitivitas pasar terhadap rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun global. 

Baca juga: Daftar 10 Saham Diborong Asing dari 12-15 Januari 2025: Ada ASII, MBMA hingga PTRO

Menurutnya, investor saat ini cenderung bersikap wait and see sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global.

Secara teknikal, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 8.908 dan resistance 9.150. 

Selama indeks belum mampu menembus area resistance tersebut, peluang penguatan dinilai masih terbatas.

Sentimen Global dan Domestik Tekan IHSG

Herditya menjelaskan, terdapat empat sentimen utama yang memengaruhi pergerakan IHSG. Sentimen pertama berasal dari rilis data makroekonomi China, yang kerap menjadi acuan arah pasar saham Asia.

Sentimen kedua datang dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. 

Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya, sehingga pelaku pasar memilih bersikap menunggu sebelum mengambil keputusan investasi.

“Ketiga, pergerakan nilai tukar rupiah dan fluktuasi harga komoditas global masih berpotensi menambah tekanan terhadap pasar saham domestik,” ujar Herditya.

Sementara sentimen keempat berasal dari rilis data ekonomi Amerika Serikat, yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar global seiring sensitivitas investor terhadap arah kebijakan The Federal Reserve.

Kombinasi keempat faktor tersebut membuat pergerakan IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dengan risiko koreksi jangka pendek.

Rekomendasi Saham: CTRA, ITMG, dan RAJA

Di tengah kondisi pasar yang cenderung konsolidatif, Herditya menilai sejumlah saham masih layak dicermati untuk strategi short-term trading. 

Ia merekomendasikan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada area harga Rp 960–Rp 975.

Selain itu, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga dinilai menarik di kisaran Rp 22.475–Rp 22.675, seiring pergerakan harga komoditas yang masih memberikan peluang teknikal.

Sementara saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan pada area Rp 6.975–Rp 7.500, yang berpotensi mendapatkan momentum dari dinamika sektor energi dan komoditas.

“Ketiga saham tersebut memiliki struktur teknikal yang relatif mendukung untuk perdagangan jangka pendek, selama IHSG mampu bertahan di atas area support krusial,” tutup Herditya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.