Jakarta (ANTARA) - Layanan cuci darah atau hemodialisis di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali beroperasi setelah bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak 26 November 2025.
Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Hemodialisis RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Puji Rahayu dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, mengatakan kembalinya layanan ini menjadi harapan penting bagi pasien gagal ginjal yang sangat bergantung pada terapi cuci darah.
Dia menjelaskan bahwa banjir merendam ruang hemodialisis hingga merusak mesin dan peralatan medis, sehingga pelayanan sempat dihentikan total.
“Saat banjir pertama, kami masih sempat melayani pasien hingga satu shift. Namun, air terus naik dan akhirnya masuk ke seluruh ruangan, sehingga mesin dan peralatan tidak sempat diselamatkan,” ujarnya.
Setelah banjir surut, katanya, rumah sakit melakukan pembersihan lumpur, pemeriksaan peralatan medis, serta uji coba mesin secara bertahap. Pelayanan hemodialisis kembali dibuka sejak 23 Desember 2025, seiring tersedianya sistem air bersih dan instalasi Reverse Osmosis (RO).
“Hemodialisis sangat bergantung pada air bersih. Mesin sudah tersedia, namun kendala utama saat itu adalah sistem air bersih dan pembuangan limbah,” ujarnya.
Saat ini, lima mesin hemodialisis telah berfungsi dan melayani pasien, sementara mesin lainnya masih dalam proses perbaikan. Selama masa penghentian layanan, sebagian pasien dirujuk ke rumah sakit lain di Aceh Timur dan Medan, yang berdampak pada kondisi fisik, psikologis, dan ekonomi pasien.
“Ada pasien yang tidak sempat menjalani cuci darah hingga beberapa kali dan mengalami kondisi kritis. Bahkan, ada yang meninggal dunia. Kami tidak bisa memastikan apakah itu akibat keterlambatan dialisis atau komplikasi lain,” ucapnya.
Aisyah, anak dari salah satu pasien, menyampaikan bahwa kembalinya layanan hemodialisis sangat membantu keluarga pasien.
“Sekarang tidak perlu pergi jauh ke rumah sakit lain. RSUD ini paling dekat dari rumah, dan biaya serta tenaga yang dikeluarkan juga jauh lebih ringan,” kata Aisyah.
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus berupaya memulihkan layanan secara optimal melalui percepatan perbaikan mesin dan pemenuhan kebutuhan air bersih.







