TRIBUNTRENDS.COM - Suasana duka dan kecemasan masih menyelimuti keluarga Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang hingga kini belum ditemukan setelah pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang ditumpanginya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pantauan Wartakotalive.com di kediaman Deden yang berlokasi di Jalan Mesir II RW 10, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menunjukkan suasana haru yang mendalam.
Sejak Minggu (18/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, satu per satu kerabat, tetangga, dan rekan dekat mulai berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan doa serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca juga: Harap-harap Cemas, Keluarga Pegawai KKP Inginkan Keajaiban usai Pesawat ATR Jatuh di Maros
Ayah mertua Deden, Rahmat, tampak berdiri di depan gang rumah dengan raut wajah penuh kesedihan.
Sesekali ia menyeka air mata sambil mengenang pertemuan terakhir dengan menantunya tersebut.
Rahmat mengingat, pertemuan itu terjadi sekitar tiga hingga empat hari sebelum kabar pesawat hilang diterima keluarga.
“Terakhir ketemu agak aneh. Biasanya dia langsung masuk rumah. Kemarin dia cuma mengucap salam, saya tanya ada apa, dia cuma senyum,” ujar Rahmat dengan mata berkaca-kaca.
Rahmat mengungkapkan, dirinya mengetahui kabar hilangnya Deden dalam pesawat ATR rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu sore.
Hingga Minggu pagi, belum ada informasi pasti yang diterima keluarga terkait keberadaan maupun penemuan jasad menantunya.
Kepergian Deden meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar.
Di tengah ketidakpastian, keluarga berharap Deden segera ditemukan agar dapat dimakamkan secara layak.
“Orangnya baik, sayang keluarga. Kami dapat kabar dari KKP ada tiga pegawai di pesawat itu, salah satunya menantu saya,” ucap Rahmat lirih.
Hal senada juga disampaikan Ketua RW 10, Syarif Usman.
Ia menyebut Deden dikenal sebagai sosok yang aktif dan peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Syarif, terakhir kali ia bertemu Deden adalah pada Jumat (16/1/2026) pagi, saat Deden berpamitan hendak berangkat menjalankan tugas ke luar kota.
“Kalau ada kerja bakti atau kegiatan warga, dia selalu ikut. Bahkan sempat mengusulkan perbaikan CCTV lingkungan,” kata Syarif.
Kini, keluarga, kerabat, dan warga sekitar hanya bisa menunggu kabar dari tim SAR yang masih melakukan pencarian.
Doa terus dipanjatkan agar Deden Maulana segera ditemukan dan keluarga diberi ketabahan menghadapi cobaan berat ini.
(TribunTrends.com/Tribunnews.com)