Enggan Pasang Bendera Kuning, Keluarga Ferry Irawan Penumpang Pesawat ATR 42-500: Menanti Keajaiban!
January 18, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Ferry Irawan, salah penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan terjatuh di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026), masih dalam pencarian dan belum diketahui kabarnya.

Pihak keluarga masih menunggu kepastian kondisi pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu.

Sebuah tenda besar telah terpasang di depan rumah orang tua Ferrydi Jalan H. Kunen, RT 04 RW 05, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (18/1/2026).

Pemasangan tenda tersebut ditujukan untuk memfasilitasi kerabat dan tamu yang terus berdatangan agar tidak kehujanan, bukan sebagai persiapan pemakaman.

Keluarga masih optimis akan keselamatan Ferry Irawan.

"Keluarga masih berharap ada keajaiban. 

Karena itu, kami belum memasang bendera kuning. 

Kami menunggu kepastian resmi dari kementerian," ujar Tohorin (50), kerabat Ferry Irawan, dikutip dari Tribunnews Depok, Minggu.

Dukungan terus mengalir bagi keluarga Ferry Irawan, termasuk kunjungan Wakil Menteri KKP Didit Heridiawan sejak Sabtu malam.

Didit datang ke rumah orang tua Ferry Irawan untuk memberikan penguatan moral dan update terkait proses pencarian di Sulawesi Selatan.

Ferry Irawan dikenal sebagai sosok berdedikasi dan menjabat sebagai Analis Kapal Pengawas pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP).

Saat insiden terjadi, Ferry Irawan sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan melalui udara bersama dua rekan sejawatnya, Deden Mulyana dan Yoga Noval, serta tujuh awak pesawat.

Baca juga: Pesan Terakhir Ferry Irawan, Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros: Untuk Anakku

PESAWAT ATR JATUH - Ferry Irawan, penumpang pesawat ATR 42-500 hilang kontak dan jatuh di Maros.
PESAWAT ATR JATUH - Ferry Irawan, penumpang pesawat ATR 42-500 hilang kontak dan jatuh di Maros. (Tribun Trends/DOK. INDONESIA AIR TRANSPORT & Tribun Bekasi/ Muhammad Azzam/)

Kronologi Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros

Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pagi hari setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan.

Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang.

Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.

Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat.

Namun, komunikasi antara ATC dan pesawat tiba-tiba terputus sebelum pesawat berhasil kembali ke jalur pendaratan.

Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan.

Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan.

Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan.

Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng.

Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang.

Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung.

Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500.

Tak lama kemudian, badan utama pesawat ditemukan di sisi puncak gunung.

TNI Angkatan Udara menurunkan personel Korps Pasukan Gerak Cepat menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi.

Selain jalur udara, pengiriman pasukan melalui jalur darat juga dilakukan untuk mempercepat penanganan.

Meski titik jatuh pesawat telah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi cuaca ekstrem.

Fokus utama operasi saat ini adalah upaya pencarian dan evakuasi seluruh korban dengan tetap mengutamakan keselamatan tim.

Baca juga: Jejak Prestasi Muh. Farhan Gunawan, Sosok Co-Pilot Berbakat di Balik Tragedi Pesawat ATR 42-500

PESAWAT HILANG KONTAK - Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500 dari Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang di kawasan Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).
PESAWAT HILANG KONTAK - Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500 dari Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang di kawasan Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026). (Istimewa/Facebook Capt Andy Dahananto)

Daftar Kru Pesawat:

  • Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  • Farhan Gunawan (Kopilot)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Restu Adi P (Engineer)
  • Dwi Murdiono (Engineer)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Daftar Penumpang:

  • Deden
  • Ferry
  • Yoga

(TribunTrends/ Amr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.