TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Suasana khidmat dan penuh ketenangan menyelimuti aula Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (Fikom UIR) saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dalam kegiatan Khatam Al-Qur’an, pada Kamis (15/1/2026).
Tradisi spiritual tahunan ini kembali digelar sebagai wujud nyata sinergi nilai keislaman dan budaya akademik.
Kegiatan diawali dengan arak-arakan Khatam Al-Qur’an yang berlangsung meriah dan sakral.
Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga undangan dari Majelis Taklim Pekanbaru turut serta dalam iring-iringan kompang.
Sejumlah sekolah juga berpartisipasi, di antaranya SMK Negeri 4 Pekanbaru bersama lima SMK sederajat lainnya, SMA YLPI, serta perwakilan BEM UIR.
Busana bernuansa adat Melayu semakin memperindah suasana. Para peserta tampil anggun dengan kerudung putih beraksesoris, sementara pakaian adat bertanjak menegaskan kekayaan budaya Islam Melayu yang hidup di lingkungan kampus.
Momentum ini terasa istimewa karena diselenggarakan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Baca juga: Peduli Bencana Aceh, Sumbar dan Sumut, Ormawa & UKM FH UIR Gerak Cepat Galang Dana
Puncak acara berlangsung di aula utama, saat mahasiswa secara bergiliran membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan.
Sakral membacakan doa-doa ketaatan yang mendalam dari diri manusia sebagai hamba Allah yang beriman dalam menjalankan kehidupan dunia ini.
Suara itu menggema di telinga hadirin, Dr. Idawati, M.I.Kom, sebagai pembina melantunkan itu dengan indah, membuat suasana hati menjadi tenang.
Dekan Fikom UIR, Dr. Eko Hero, M.Soc., Sc, dalam sambutannya menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan Khatam Al-Qur’an ini telah menjadi agenda tahunan dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang keenam dengan sambutan positif dari seluruh civitas academica.
“Program ini menjadi pilot project Fikom UIR dalam memupuk nilai-nilai keislaman. Khatam Al-Qur’an bukan berarti berhenti membaca, tetapi justru menjadi penguat untuk terus mengamalkan isi Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam UIR, Dr. Muhibuddin Zaini, S.E., S.Ag., M.Si, mengingatkan pentingnya menanamkan keimanan kepada generasi muda.
Ia menekankan filosofi “otak boleh Jerman, hati tetap Mekah” sebagai landasan membangun insan akademik yang cerdas sekaligus beriman.
Ia juga mencontohkan keteladanan Imam Syafi’i yang dikenal mampu mengkhatamkan Al-Qur’an hingga 60 kali dalam sebulan, sebagai simbol kecintaan mendalam terhadap kitab suci.
“Saya bangga kepada mahasiswa yang mengkhatamkan Al-Qur’an, tetapi ingat, jangan sampai khatam lalu tidak pernah lagi membaca Al-Qur’an,” pesannya.
Acara ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa bersama setelah seluruh ayat Al-Qur’an dari Surah Al-Fatihah hingga Surah An-Nas dilantunkan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wasilah maghfiroh, pengampunan dosa, sekaligus penguat komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup menuju Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
( Tribunpekanbaru.com / Doddy Vladimir)