Postingan Terakhir Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh Gunung Bulusaraung
January 18, 2026 06:01 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Gunung Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan pada sabtu kemarin (17/1/2026) membawa duka bagi para penumpang dan kru pesawatnya.

Salah satunya Florencia Lolita Wibisono kru pramugari yang bertugas di pesawat naas tersebut,

Adapun keluarga dan teman Olen sapaan akrabnya berharap keselamatan dari sang pramugari.

Hal ini terlihat dari ramainya komentar di postingan terakhir yang sempat dimuat Florencia Lolita Wibisono jauh sebelum kejadian kecelakaan terjadi.

Postingan tersebut dimuat pada tanggal 15 november 2025 lalu di akun instagram pribadinya @olen.flw.

Tampak pada postingan tersebut Olen tengah memotret gaya pakaian hari itu.

Dengan kemeja lengan pendek berwarna putih dan dipadukan dengan celana panjang putih dengan warna senada.

Olen menyematkan keterangan singkat di balik postingan tersebut.

"Blessed beyond words," tulis yang bisa diartikan Berkat yang tak terlukiskan

 

Postingan terakhir Florencia1
POSTINGAN TERAKHIR ; Potret Florencia Lolita Wibisono pramugari ATR 42-500 jatuh di Pangkep Maros

 

Profil Florencia

Berdasarkan penelusuran Tribunsumsel.com melalui situs linkedin, Minggu (18/1/2026) diketahui berasal dari Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara.

Dirinya tercatat sebagai alumnus dari  Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan jurusan ilmu komunikasi.

Awal mula karier Florencia Lolita sebagai pramugari dimulai dari PT Wings Abadi Airlines sebagai Flight Attendant Company Checker Instructor sejak tahun 2012.

Kemudian, ia diangkat sebagai Manager Training Flight Attendant.

Pada keterangan lainnya, Olen juga sempat menjabarkan keahlian dalam dunia penerbangan terutama profesi sebagai pramugari.

Olen menyebut dirinya sudah 14 tahun sebagai pramugrai dengan karier di pernebangan Regional sudah sangat berpengalaman dalam kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Sebagai  pramugari senior, Olen juga memiliki kemampuan beradaptasi yang mudah terutama dalam pemahaman prosedur keselamatan, pertolongan pertama dan dapat menyampaikan prosedur keselamatan.

Itulah profil singkat dari Florencia Lolita Wibosno kru pesawat ATR 42-500 yang jatuh.

 

Daftar korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar korbannya:

1.⁠ ⁠Capt Andy Dahananto

2.⁠ ⁠SIC FO M Farhan Gunawan

3.⁠ ⁠FOO Hariadi

4.⁠ ⁠EOB Restu Adi P

5.⁠ ⁠EOB Dwi Murdiono

6.⁠ ⁠Flight attendant Florencia Lolita

7.⁠ ⁠Flight attendant Esther Aprilitas

8.⁠ ⁠Deden dari KKP

9.⁠ ⁠Ferry dari KKP

10.⁠ ⁠Yoga dari KKP

 

Detik-detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .

Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.

"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.

"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.

Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka

 

Pesawat Sempat Ada Masalah

Sehari sebelum dilaporkan jatuh, Pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin.

Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu.

Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan.

Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut.

“Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes."

"Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

(*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.