Kabupaten Tebo Jambi Kembali Menerima Kuota Operasi Katarak Gratis, Ada 400 Kuota
January 18, 2026 07:12 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Kabupaten Tebo Jambi kembali memperoleh kuota program operasi katarak gratis pada tahun 2026. 

Kabar baiknya, jumlah kuota tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai empat kali lipat. 

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi para lanjut usia (lansia) yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Baca juga: Dukcapil Tebo Jambi Kejar Target, Jemput Bola Rekam e-KTP Sebelum Pilkades

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Tebo, Arif Haryoko, saat dikonfirmasi Minggu (18/1/2026).

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2026 ini Kabupaten Tebo mendapatkan target sebanyak 400 orang penerima manfaat operasi katarak gratis.

“Alhamdulillah, tahun ini kuota operasi katarak untuk Kabupaten Tebo meningkat. Target kita sebanyak 400 orang penerima manfaat,” ujar Arif Haryoko.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi katarak tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Tebo. 

Pemilihan RSUD STS sebagai lokasi operasi dinilai tepat karena memiliki fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang memadai untuk mendukung pelaksanaan program ini.

Baca juga: Ruko Dua Lantai di Bangko Pintas Tebo Terbakar, Akses Jalan Jelek Penghambat Damkar Datang

“Untuk tempat pelaksanaan operasi, rencananya akan dipusatkan di RSUD Sulthan Thaha Saifuddin Tebo,” jelasnya.

Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan, Arif menyebutkan bahwa operasi katarak gratis ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2026. 

Namun demikian, pihaknya masih akan terus melakukan persiapan dan koordinasi agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana.

Saat ini, Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tebo tengah melakukan koordinasi dengan seluruh Puskesmas yang ada di setiap kecamatan. 

Koordinasi ini dinilai sangat penting karena Puskesmas, selain pemerintah desa, lebih mengetahui kondisi kesehatan serta data masyarakat yang layak dan tepat sasaran untuk menjadi penerima manfaat program operasi katarak gratis tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan Puskesmas di tiap kecamatan, karena mereka yang paling memahami kondisi masyarakat dan calon penerima manfaat,” ungkap Arif.

Ia juga menjelaskan bahwa sasaran utama program operasi katarak gratis ini adalah lansia produktif yang masuk dalam kategori desil penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Proses pendataan dan seleksi calon penerima manfaat akan dilakukan secara bertahap melalui Puskesmas terdekat.

“Operasi katarak gratis ini diperuntukkan bagi lansia produktif yang masuk dalam kategori desil penerima manfaat.

Tahapannya dimulai dari pendataan dan pemeriksaan awal di Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Dengan adanya peningkatan kuota operasi katarak gratis ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Kabupaten Tebo yang terbantu dan dapat kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih baik, sehingga kualitas hidup mereka pun meningkat. (Sopianto/Tribunjambi.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.