Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026/1447 Hijriyah Beserta Keutamaan dan Keistimewaannya
January 18, 2026 06:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Syaban adalah bulan ke delapan dalam kalender hijriyah, setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. 

Sebagai informasi, 1 Syaban 1447 Hijriyah insya Allah bertepatan jatuh pada Selasa 20 Januari 2026.

Informasi tersebut berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan kalender Hijriyah terbitan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2026.

Dari informasi tersebut, malam Nisfu syaban yakni pertengahan bulan atau 15 syaban 1447 Hijriyah bertepatan sekitar 3 Februari 2026

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, KHGT merupakan metode hisab modern yang dirancang agar umat Islam di seluruh dunia memiliki kalender Hijriah yang seragam dan terintegrasi.


KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN

Melansir baznas.go.id, keutamaan malam Nisfu Syaban telah banyak disebutkan dalam berbagai riwayat, meskipun beberapa di antaranya dianggap lemah oleh sebagian ulama.

Selengkapnya, beberapa keutamaan malam Nisfu Syaban yang dikutip dari baznas.go.id.

1. Malam Pengampunan

Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

"Allah memperhatikan makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan yang bermusuhan." (HR. Ibnu Hibban).

Membaca Surah Yasin dan melafalkan doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Syaban menjadi salah satu cara memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

2. Malam Ditulisnya Takdir Tahunan

Sebagian ulama menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Syaban, takdir tahunan seseorang dicatat oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Syaban, agar mendapatkan takdir yang baik dalam hidupnya.

3. Malam yang Penuh Rahmat

Malam Nisfu Syaban disebut sebagai malam turunnya rahmat Allah kepada umat manusia.

Dengan membaca Surah Yasin dan mengamalkan doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Syaban, umat Islam berharap memperoleh keberkahan dan kasih sayang dari Allah.

4. Malam Persiapan Menjelang Ramadhan

Nisfu Syaban sering dianggap sebagai momen persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Yasin dan berdoa, termasuk doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Syaban, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual untuk menjalani Ramadhan.

5. Malam Mendekatkan Diri kepada Allah

Melalui ibadah seperti membaca Surah Yasin dan melafalkan doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Syaban, umat Islam dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.


KEISTIMEWAAN BULAN SYA'BAN

Arti Sya’ban dalam bahasa Arab, asal katanya syi’ab yang artinya jalan di atas gunung.

Jalan di atas gunung merupakan kiasan bahwa pada bulan ini merupakan momen tepat untuk menapaki jalan kebaikan lebih banyak, mempersiapkan diri menyambut bulan suci yakni bulan Ramadhan.  

Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Nasai, Nabi menyebut Sya’ban sebagai bulan yang biasa dilupakan umat manusia. Ia diabaikan manusia karena manusianya sendiri yang kurang menyadari kemuliaan bulan Sya’ban.

Bukti dari keistimewaan bulan Sya’ban, bisa kita lihat dari sejumlah peristiwa penting bersejarah di dalamnya.

Peristiwa-peristiwa ini bisa dipandang bukan semata sebagai fakta historis tapi juga pertanda bahwa Allah memberikan perhatian spesial terhadap bulan ini.

Dilansir dari NU Online, berikut peristiwa penting di bulan Sya'ban di antaranya:

Pertama, Turunnya Ayat Perintah Shalawat

Pada bulan Sya’ban Allah menurunkan ayat perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana yang tercantum dalam Surat al-Ahzab ayat 56:  

  إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا  

Artinya: Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sebagian besar ulama, khususnya dari kalangan mufassir, sepakat bahwa ayat ini turun di bulan Sya’ban.

 Kedua, turunnya perintah kewajiban puasa

Bulan Sya’ban merupakan saat diturunkannya kewajiban berpuasa bagi umat Islam. Imam Abu Zakariya an-Nawawi dalam al-Majmû‘ Syarah Muhadzdzab menjelaskan bahwa Rasululah menunaikan puasa Ramadhan selama sembilan tahun selama hidup, dimulai dari tahun kedua hijriah setelah kewajiban berpuasa tersebut turun pada bulan Sya'ban.

 Bulan Ramadhan merupakan bulan paling mulia di antara bulan-bulan lainnya. Artinya, Sya’ban merekam sejarah penting “diresmikannya” kemuliaan Ramadhan dengan difardhukannya puasa bagi kaum mukminin selama sebulan penuh.

Sya’ban menjadi tonggak menyambut bulan suci sebagai anugerah besar dari Allah yang melipatgandakan pahala segala amal kebaikan di bulan Ramadhan.

 Ketiga, bulan Sya’ban awal dimulainya Ka'bah sebagai kiblat

Menurut sejarah, bulan Syaban juga menjadi sejarah dimulainya Ka’bah menjadi kiblat umat Islam yang sebelumnya adalah Masjidil Aqsha. P

eristiwa peralihan kiblat ini ditandai dengan turunnya ayat 144 dalam Surat al-Baqarah:

   قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Artinya: Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.

Saat menafsirkan ayat ini, Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkâmil Qur’an dengan mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban yang bertepatan dengan malam nisfu Sya’ban.    

Kiblat menjadi simbol tauhid karena seluruh umat Islam menghadap pada satu tujuan. Beralihnya kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram juga menegaskan bahwa Allah tak terikat dengan waktu dan tempat. Hal ini ditunjukkan dengan sejarah perubahan ketetapan kiblat yang tidak mutlak dalam satu arah saja.

Mulianya bulan Syaban, karenanya marilah kita meningkatkan amalan-amalan kita di bulan Syaban sebelum kita memasuki bulan Ramadhan.

Niatkan dengan doa Allahumma  bariklana fi syaban wa ballighna Ramadhan. Ya Allah berkahilah kami di bulan Syaban dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan.

Baca juga: 10 Nama Lain Malam Nisfu Syaban, Malam ke-15 Bulan Syaban, Berikut Keistimewaannya

Baca juga: 35 Nama Bayi Laki-laki Lahir Bulan Syaban 2026, Referensi Bagi Orang Tua

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Digabung Puasa Nisfu Syaban: Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.