Madrasah Muallimat Jogja Asah Bakat dan Nyali Pelajar SD-SMP Lewat Gelaran 'Si Unyil'
January 18, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana riuh dan penuh semangat menyelimuti kompleks Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, di Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, Minggu (18/1/2026). 

Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menangah Pertama (SMP) dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti ajang bertajuk Semarak Islam Uji Nyali Insan Cilik (Si Unyil) XIII.

​Kegiatan tahunan yang diinisiasi Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Muallimat ini kembali hadir sebagai wadah unjuk bakat bagi generasi muda Islam di tingkat Pulau Jawa.

​Direktur Utama Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rasyidah, mengungkapkan, Si Unyil bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan ikhtiar untuk menanamkan mentalitas pemenang sejak usia dini.

​"Tujuannya sebagai wadah bagi anak-anak generasi Islam ke depan untuk memiliki mental yang kuat dan berprestasi. Kami tanamkan bahwa menang atau kalah itu bukan tujuan utama, tetapi bagaimana mereka berani berkompetisi dan melatih mental," ujarnya.

Baca juga: Curi Motor Honda Beat Milik Damkar Bantul, Pria Asal Sampang Ditangkap Polisi

​Mengusung tema "Bergerak Tunjukkan Potensi, Ciptakan Prestasi, Menuju Generasi Peradaban Islami", Si Unyil menawarkan beragam cabang lomba yang variatif. 

Mulai dari Musabaqah Tartilil Quran (MTarQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), azan, da’i cilik, mendongeng, story telling, pidato bahasa Inggris, serta pidato bahasa Arab. 

Sementara bagi para peserta yang memiliki bakar kreativitas visual dan kecerdasan umum, tersedia lomba Mewarnai serta Cerdas Cermat Agama (CCA).

​Unik menambahkan, melalui rangkaian kegiatan semacam ini, pihak madrasah juga ingin mengenalkan lingkungan pondok pesantren kepada anak-anak sedini mungkin.

Menurutnya, pesantren merupakan tempat yang tepat untuk membentuk aspek kemandirian, disiplin, dan manajemen waktu yang baik.

​"Harapannya, selain memberikan wadah potensi keilmuan Islam, anak-anak bisa mengenal pesantren lebih awal. Bagaimana mereka siap menghadapi kehidupan dengan kedisiplinan dan mental yang tangguh," imbuhnya.

Sebagai informasi, Si Unyil merupakan agenda rutin sejak 2011 dengan cakupan wilayah DIY-Jawa Tengah, dan meluas hingga ke seluruh Pulau Jawa per edisi ke-7 pada 2018.

Kini, pada edisinya yang ke-13, Si Unyil mulai merambah kategori pelajar SMP/MTs yang diselenggarakan secara daring, guna melestarikan potensi anak bangsa menuju peradaban Islami yang unggul. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.