TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Aroma sedap kopi hitam yang dimasak menggunakan kayu bakar menyeruak dari dalam rumah toko (ruko) di pusat kota Berastagi, tepatnya di Jalan Veteran, Kecamatan Berastagi.
Asap tipis kayu bakar juga tercium samar dari trotoar jalan kota ingin ini. Begitu juga dengan aroma roti tawar isi gula, mentega, dan selai srikaya, menyeruak semakin menggugah selera. Sejumlah orang tampak duduk di kursi plastik, meja kayu berwarna cokelat di sini.
Para tamu tampak hangat bercengkrama, berbagi cerita, canda dan tawa lengkap dengan kopi, roti bakar, mau pun teh susu di atas meja.
Begitu masuk ke dalam, seorang peracik kopi bernama Arya sedang mempersiapkan pesanan pengunjung. Dengan rambut gondrong yang diikat rapi, ia mulai menakar bubuk kopi ke dalam panci kecil, kemudian disiram air panas dari dalam dandang air, lalu dipanaskan ke tungku kayu bakar di bawahnya.
Di area belakang, seorang pekerja mengoleskan mentega, gula, mau pun selai srikaya, kemudian disusun ke dalam panggangan kawat.
Setelah itu, roti diserahkan ke Arya untuk dipanggang di tungku kayu bakar, tepat di bawah meja bar berbahan semen, ditambah keramik bagian atasnya.
Dengan seksama, Arya memperhatikan kopi dan roti yang sedang dipanggang agar tidak gosong. Beberapa menit kemudian, kopi mulai mendidih mengeluarkan aroma sedap, disertai suara meletup-letup khas air bercampur kopi bubuk.
Baca juga: Resep Serabi Solo, Camilan saat Santai Nikmati Kopi dan Teh
Begitu juga dengan roti, mulai berubah kecokelatan setelah 1 kali dibalik agar panggangan merata.
Setelah kopi mendidih, barista langsung mengambil gelas, diisi susu kental manis (SKM), lalu menyaringnya agar disajikan ke pengunjung. Sama dengan roti bakar, dipotong beberapa bagian agar mudah dinikmati.
Arya mengatakan, tempat ini bernam Kedai Kopi Bakar & Roti Bakar Ala Kayu Bakar Lavenia. Di tengah gempuran kedai kopi modern, mereka justru bertahan dengan ciri khas tersendiri dalam membuat kopi, yakni menggunakan kayu bakar.
Kayu bakar yang digunakan pun khusus, yaitu harus menggunakan kayu dari pohon buah jeruk yang memang banyak tersedia di Kabupaten Karo, sebagai wilayah penghasil jeruk. Katanya, kayu jeruk menambah aroma, dan citarasa kopi yang khas.
"Kami menggunakan kayu bakar dark pohon jeruk karena ada aroma khas tersendiri yang dihasilkan. Kopi, teh, mau pun roti jadi terasa lebih enak," kata Arya, saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, pemilik kedai pernah menggunakan jenis kayu lain untuk memasak. Hasilnya, jauh berbeda dengan menggunakan kayu dari pohon jeruk. Atas perbedaan itulah, mereka kembali memakai kayu jeruk sampai sekarang.
Kedai Kopi Bakar dan Roti Bakar Ala Kayu Bakar Lavenia sudah buka sejak tahun 2010 sampai sekarang. Mereka buka setiap hari mulai dari pukul 04.00 WIB Subuh, hingga pukul 00.00 WIB dini hari.
Untuk menu, mereka menyajikan berbagai macam minuman diantaranya kopi hitam, kopi susu, juga teh susu. Kopi dan teh susu merupakan menu andalan mereka. Begitu juga roti bakar, menjadi andalan dan menu wajib dipesan untuk dinikmati bersama kopi, mau pun teh susu.
Untuk harga minuman, dibanderol mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 18 ribu. Sedangkan menu roti bakar, seharga Rp 25 ribu per porsinya.
Untuk lokasi pasti kedai kopi berada di Jalan Veteran, Kecamatan Berastagi, tak jauh dari tugu, atau tepat berada di seberang Kopi Garuda, dan kantor Perumda Tirtanadi Cabang Berastagi.