TRIBUNBENGKULU.COM - Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut dipiloti langsung oleh Kapten Andy Dahananto selaku pilot in command yang diketahui memiliki pengalaman terbang selama 38 tahun di dunia penerbangan nasional.
Kabar hilangnya komunikasi pesawat tersebut pertama kali diterima pada siang hari dan langsung menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak.
Pesawat diketahui membawa total 11 orang yang terdiri atas delapan kru penerbangan dan tiga orang penumpang.
Delapan kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut dipimpin oleh Kapten Andy Dahananto sebagai pilot utama.
Ia didampingi oleh First Officer Yudha Mahardika selaku kopilot dalam penerbangan itu.
Selain dua pilot, terdapat enam awak lainnya yang turut bertugas, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, dan Junaidi.
Dua awak kabin perempuan yang ikut serta dalam penerbangan tersebut adalah Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Sementara itu, tiga penumpang yang tercantum dalam manifes penerbangan masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan terakhir kali melakukan kontak pada pukul 13.17 Wita.
Setelah komunikasi terputus, pihak terkait segera melakukan penelusuran berdasarkan data navigasi penerbangan.
Dari hasil pelacakan, posisi terakhir pesawat terdeteksi berada di kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros.
Wilayah tersebut kemudian ditetapkan sebagai titik fokus pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sosok Pilot Andy Dahananto
Di sisi lain, sosok Kapten Andy Dahananto dikenal luas di dunia penerbangan nasional.
Ia bukan figur baru karena telah lama berkiprah di industri penerbangan Indonesia.
Andy memulai kariernya pada 1988 sebagai pilot fixed wing di sebuah perusahaan penerbangan.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Indonesia Air, Andy Dahananto menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport sejak Juni 2019.
Ia merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan tahun 1987.
Sejak menyelesaikan pendidikannya, Andy Dahananto menapaki karier panjang sebagai pilot pesawat sayap tetap atau fixed wing.
Pengalaman puluhan tahun tersebut membuatnya dipercaya mengemban tanggung jawab strategis di perusahaan penerbangan.
Dalam penerbangan Sabtu siang itu, Capt Andy Dahananto bertindak sebagai pilot in command yang memimpin langsung operasional pesawat ATR yang kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Detik-detik Pesawat ATR Rute Jogja–Makassar Hilang Kontak
Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang membawa 11 orang terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Hingga kini, keberadaan pesawat tersebut belum diketahui.
Kabar hilangnya pesawat ini pertama kali mencuat setelah pesawat tidak kunjung tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sesuai jadwal.
Berdasarkan rencana penerbangan, pesawat seharusnya mendarat pada pukul 12.20 WIB.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membenarkan adanya laporan hilang kontak tersebut.
Informasi serupa juga dikonfirmasi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar.
"Betul," kata Dirjen Hubud Kemenhub Lukman saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.
Selain Kementerian Perhubungan, Basarnas Makassar turut menyampaikan perkembangan awal terkait dugaan lokasi pesawat.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebutkan bahwa pesawat diperkirakan berada di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
"Saat ini kami telah menuju lokasi yang mana diberikan koordinat dari AirNav yang di sekitaran di Kabupaten Maros," ucap Andi.
Andi menjelaskan, tim penyelamat telah dikerahkan ke area tersebut.
Sebanyak dua tim rescue dengan total 20 personel diturunkan, dilengkapi satu unit mobil truk, satu unit drone, serta satu mobil rescue.
"Berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi-potensi yang ada sekitar 40 orang," kata Andi.