Sebelum Hilang Kontak, ATR 42-500 PK-THT Disebut Sempat Alami Problem Engineering
January 18, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Manajemen Indonesia Air Transport (IAT) mengakui sempat terjadi gangguan teknis pada pesawat ATR 42-500.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT, sehari sebelum pesawat tersebut hilang kontak dan kemudian dinyatakan jatuh dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, mengatakan gangguan itu terdeteksi pada Jumat (16/1/2026) dan telah ditangani oleh tim engineering perusahaan.

Menurut dia, permasalahan tersebut tergolong kecil dan dinyatakan selesai setelah dilakukan pengujian teknis sesuai prosedur.

“Memang ada problem di engineering kami, tapi kami sudah tes. Problem kecil, dan sudah kami perbaiki hari Jumat,” ujar Edwin dalam konferensi pers di Media Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Konferensi pers tersebut menjadi yang pertama sejak insiden hilangnya kontak pesawat dan dihadiri oleh pimpinan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar M Arif, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.

Kemudian ada juga General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus ET Ganduguai, serta sejumlah pejabat TNI AU dan instansi lainnya.

Edwin menegaskan, setelah perbaikan dilakukan, pesawat dinyatakan laik terbang.

Ia menyebut proses perawatan dan pemeriksaan teknis telah mengikuti standar operasional penerbangan yang berlaku.

Namun demikian, ia menyatakan pihaknya sepenuhnya menyerahkan proses investigasi kepada KNKT untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Kami akan kooperatif dan membuka seluruh data yang dibutuhkan oleh KNKT, termasuk catatan perawatan pesawat,” katanya.

Berdasarkan data dari situs pemantauan penerbangan Flightradar24, pesawat ATR 42-500 tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB.

Pesawat kemudian dilaporkan hilang kontak saat memasuki wilayah Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya dinyatakan jatuh di kawasan Kabupaten Maros.

Seperti dilansir dari Tribuntimur Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa tim investigasi telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Investigasi akan difokuskan pada berbagai aspek, mulai dari kondisi teknis pesawat, faktor cuaca, hingga prosedur operasional penerbangan. Ia mengingatkan publik agar menunggu hasil resmi investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan.

Sementara itu, Basarnas Makassar melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta relawan setempat.

Fokus utama saat ini adalah menemukan seluruh korban dan mengamankan puing-puing pesawat untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dan ketatnya pengawasan keselamatan penerbangan, terutama terkait pemeliharaan armada dan pengambilan keputusan operasional sebelum pesawat dinyatakan siap terbang.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.