TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari dua meter.
Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap menjadi langganan banjir setiap tahun.
Kondisi tersebut menggugah kepedulian kader PDI Perjuangan Provinsi Banten untuk turun langsung ke lokasi bencana.
Selain menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, PDIP juga mendorong adanya solusi jangka panjang berupa pembangunan tanggul penahan air sungai.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito mengatakan, kehadiran kader PDI Perjuangan di lokasi bencana merupakan bentuk pelaksanaan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader ‘menangis dan tertawa bersama rakyat’.
“Bagi PDI Perjuangan, berpartai politik itu esensinya adalah kemanusiaan. Ketika terjadi bencana, kader harus hadir lebih dulu di tengah rakyat. Kita lakukan pemetaan persoalan, menyalurkan bantuan, pengobatan gratis sekaligus menawarkan solusi kepada pemerintah setempat,” ujar Wanto, Minggu (18/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Wanto turut didampingi Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Eri Suhaeri serta Wakil Ketua Bidang Kehormatan Iwan Rahayu dan jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang serta aktivis Arus Muda Repdem, sayap PDIP.
Wanto yang juga Ketum Repdem sayap PDIP ini menegaskan, salah satu langkah penting untuk mencegah banjir berulang di Desa Idaman adalah pembangunan tanggul penahan air sungai sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.
“Berdasarkan hasil diskusi di lapangan, kami berpendapat solusinya adalah pemerintah harus segera membangun tanggul. Jika tidak, banjir dengan ketinggian lebih dari dua meter ini sangat berpotensi terus terulang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi sekaligus Anggota DPRD Provinsi Banten, Eri Suhaeri, menyatakan bahwa PDI Perjuangan bergerak dalam seluruh tahapan kebencanaan, mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
“Ketika banjir terjadi, PDI Perjuangan hadir membantu masyarakat, khususnya di Kampung Tajur, Desa Idaman. Genangan banjir hampir terjadi setiap tahun, sementara banjir besar biasanya terjadi dalam siklus sekitar lima tahunan,” terang Eri.
Menurut dia, pemerintah sebenarnya telah melakukan beberapa upaya seperti sodetan dan rencana pembangunan tanggul.
Namun, belum optimal karena belum adanya tanggul penahan air sungai yang memadai.
“Dalam waktu dekat, pemerintah direncanakan akan membangun tanggul penahan air sungai. Banjir besar ini salah satunya terjadi karena belum adanya tanggul yang mampu menahan luapan air,” jelansya.
Eri berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, maupun pemerintah pusat, dapat segera merealisasikan pembangunan tanggul tersebut agar banjir tidak lagi merendam permukiman warga Desa Idaman.
Baca juga: Wanto Sugito Ingatkan Kader PDIP Jalankan Pesan Megawati pada Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI
“Ini harus menjadi perhatian bersama agar keselamatan dan kehidupan masyarakat bisa lebih terlindungi,” tandasnya.