Warga Sesali Petugas Damkar Datang Terlambat Saat Kebakaran di SMP Negeri 7 Boltara
January 18, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLTARA- Sejumlah masyarakat desa Minaga, Kecamatan Bintauna, Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menyesali keterlambatan petugas pemadam kebakaran (Damkar) dalam merespons kebakaran yang terjadi di SMP Negeri 7 Boltara, pada Minggu (18/01/2026).

Jarak antar Boroko ibukota Kabupaten Boltara dan Bintauna 39,2 kilometer atau 56 menit berkendara.

Bahkan disaat kedatangan petugas Damkar di lokasi kebakaran, langsung disambut teriakan oleh warga dan anak-anak. 

Baca juga: Gedung SMP Negeri 7 Boltara Terbakar, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya

"Pulang jo, api so padam" teriak warga. 

Cany Buntu, warga desa Minaga menuturkan, kebakaran gedung SMP Negeri 7 Boltara itu cepat menghanguskan sisi bangunan karena angin bertiup kencang dan petugas Damkar terlambat tiba di lokasi kebakaran.

Dikatakanya, kebakaran tersebut cuma dipadamkan oleh masyarakat sekitar menggunakan perlengkapan seadanya. 

"Untuk itu kami berharap pemerintah daerah menambah armada Damkar. Minimal perkecamatan ada satu mobil Damkar," harap Cany. 

Menaggapi hal itu, Salim Eato, Kasie Pencegahan Kebakaran Boltara menuturkan keterlambatan pihaknya karena jarak dari Boroko ke lokasi kebakaran sekitar 40 KM. 

"Karena ketentuannya respon time itu 15 menit harus ada dilokasi. Lebih dari itu kami hanya melakukan pindinginan dan penyiraman," tutur Salim. 

Diketahui saat ini Pemkab Boltara hanya memiliki satu unit mobil Damkar.

Warga Padamkan Api

masyarakat Desa Minanga, Kecamatan Bintauna, Bolaang Mongondow Utara (Boltara) bahu-membahu memadamkan api yang membakar gedung SMP Negeri 7 Boltara, pada, Minggu (18/01/2026). 

Pantauan Tribun Manado di lokasi kebakaran, beberapa warga cuma menggunakan perlengkapan seadanya seperti ember dan gayung. 

"Menurut salah satu warga Minaga, Sajida Lantong (55), api cepat membesar karena tipuan angin cukup kencang. 

"Kami kesulitan memadamkan api karena cuma menggunakan alat seadanya," ucap Sajida. 

Kendati begitu, warga berhasil memadamkan api dengan perlengkapan seadanya. 

"Berkat kerjasama masyarakat Minaga, api berhasil kami padamkan tanpa mobil pemadam kebakaran," pungkas Sajida. (PRI)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.