TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Batola - Cucu yang tebas kakeknya hingga tewas di Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, ternyata pernah mau dibawa ke rumah sakit jiwa, namun batal lantaran kembali waras.
Akibat tebasan senjata tajam jenis mandau yang diduga dilakukan sang cucu berinisial J, kakek bernama H. Aman (80), meninggal dunia.
Insiden mengerikan itu terjadi tepatnya di rumah sang kakek, di Desa Pulau Sewangi RT 01, Barito Kuala (Batola), Kalsel, Minggu (18/1/2026) pagi.
Desa Pulau Sewangi RT 01 berada di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. Kawasan ini termasuk wilayah dataran rendah dan pesisir sungai, dengan kehidupan warga yang erat kaitannya dengan aktivitas perairan.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Banjarmasinpost.co.id, korban menderita luka parah di bagian punggung, leher, dan juga tangan.
Rupanya pelaku memang sempat dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan.
Ia pun nyaris dibawa ke rumah sakit, namun urung dilakukan karena kembali waras.
“J itu cucunya Kai (H. Aman). Memang sudah lima tahun ada gangguan. Pernah mau dibawa ke rumah sakit Samanglihum, tapi tidak jadi karena sempat kembali waras,” kata keponakan korban, Lina, dikutip dari Banjarmasinpost.
Selain korban utama, anak tertua korban bernama Hamdan juga mengalami luka akibat sabetan mandau ketika berusaha menyelamatkan ayahnya dari serangan pelaku.
Hamdan berusaha melerai dengan menarik pelaku hingga terjatuh.
Setelah itu, Hamdan berlari keluar rumah, namun pelaku terus mencoba mengejar Hamdan.
“Tadi itu biasa saja, kadada apa-apa. Hamdan duduk habis dari kondangan, lalu mendengar suara tapi tidak tahu ada betimpas (pembacokan)."
"Saat tahu dia mencoba memisahkan, merebahkan pelaku, lalu dia lari keluar dan dikejar ke arah sungai di depan," jelas Lina.
Warga sekitar kemudian berusaha mengamankan pelaku dan menghubungi pihak kepolisian.
Keluarga pun tidak menyangka insiden nahas itu terjadi begitu cepat, merenggut nyawa korban yang akrab disapa Kai.
Baca juga: Keluarga Syok Cucu Tega Bunuh Kakek, Pelaku Disebut Sempat Kembali Waras
Akibat serangan tersebut, H. Aman meninggal di tempat, sementara Hamdan mengalami luka pada jari tangannya dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.
Darah korban masih terlihat segar tercecer di lantai rumah.
Jasad korban kemudian ditutupi kain sarung oleh keluarga sebelum tim Inafis tiba untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi ke RS Ulin guna proses visum.
Meski pihak keluarga ingin segera mengurus jenazah, proses visum tetap dilakukan sesuai prosedur hukum.
“Iya, kami menunggu sampai proses visum selesai supaya jenazah bisa lekas diurus,” kata Lina.
Adapun pelaku Jauhari telah diamankan pihak kepolisian. Hingga selesai proses evakuasi suasana desa yang biasanya tenang masih ramai oleh kerumunan.
Warga masih berkerumun di lokasi menyaksikan proses evakuasi hingga jasad korban dibawa dengan ambulans. Jasad korban bakal dibawa ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin guna dilakukan visum.
“Tidak tahu bagaimana kejadiannya. Pagi-pagi korban tiba-tiba diserang, lalu anaknya mencoba melerai hingga akhirnya berlari keluar rumah,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.