SURYAMALANG.COM, - Arema FC bergerak cepat memanfaatkan kebijakan 'cuci gudang' yang dilakukan Persija Jakarta pada bursa transfer Januari 2026.
Singo Edan resmi menampung gelandang asal Brasil, Gustavo Franca, dengan status pinjaman hingga akhir musim Super League 2025/2026.
Kedatangan Franca ke Malang tak lepas dari keputusan pelatih Persija, Mauricio Souza, yang mendatangkan striker baru asal Maroko sehingga memaksa Franca harus angkat kaki demi mengosongkan kuota pemain asing di Ibu Kota.
Kabar transfer Franca ke Arema FC, disampaikan secara langsung oleh Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.
Ardhi mengatakan, keputusan tersebut diambil oleh pelatih Mauricio Souza, setelah Franca jarang berkontribusi untuk Persija.
Baca juga: Duka Pemain dan Mantan Arema FC, Kuncoro Asisten Pelatih Meninggal: Arkhan Fikri: Alasan Saya Betah
Dari 17 pertandingan, pemain berposisi gelandang tengah itu hanya bermain 13 kali.
Dengan memainkan waktu 575 menit, Franca sukses mencetak satu gol dan satu assist.
Franca sejatinya masih ada kontrak sampai akhir musim bersama Persija, namun karena sudah jarang bermain, dia akhirnya dipinjamkan ke Singo Edan.
Franca akan dilepas ke Arema FC sampai akhir musim Super League 2025/2026.
"Yang jelas akan dilepas adalah Gustavo Franca, dia akan dipinjamkan ke Arema FC." kata Ardhi, Minggu (18/1/2026) saat dihubungi BolaSport (grup suryamalang).
Selain karena persaingan dan evaluasi, Persija harus melepas Franca karena kuota pemain asing Persija sudah penuh.
Pasukan Ibu kota itu baru saja mendatangkan satu pemain asing asal Maroko, Alaaeddine Ajaraie.
Alaaeddine didapatkan Persija dengan status pemain pinjaman dari klub India, North East United FC.
Kontrak Alaaeddine hanya lima bulan saja, sampai Super League 2025/2026 selesai Mei mendatang.
Alaaeddine datang untuk menambah kekuatan di lini depan Persija.
Baca juga: Detik-detik Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro di Stadion Gajayana, Laga Reuni Jadi Duka Perpisahan
Selain Alaeddine, Persija juga mendatangkan satu pemain baru yakni Fajar Fathurrahman.
Fajar datang untuk mengisi bek kanan Persija yang sedang kosong usai Alfriyanto Nico dipinjamkan ke Persis Solo.
Selain Franca dan Nico, Persija juga sudah melepas Jehan Pahlevi, Figo Dennis, dan Alwi Fadilah.
Figo dan Jehan dipinjamkan ke PSS Sleman dan Alwi dilepas ke PSIS Semarang.
"Sejauh ini yang jelas ya baru dua pemain itu saja," kata Ardhi.
Sedangkan Arema FC baru saja memutus kontrak dengan gelandang asingnya, Ian Puleio.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari perombakan besar manajemen demi mendongkrak posisi tim di klasemen.
Pemain asing berposisi winger kanan atau penyerang sayap kanan itu meninggalkan Bumi Arema dengan catatan positif bagi tim sejak didatangkan pada bulan Juli 2025 lalu.
Keputusan berpisah dengan Ian Puleio diputuskan manajemen Arema FC setelah melalui proses evaluasi tim.
Selama membela Arema FC pada putaran pertama kompetisi, Ian Puleio memberikan kontribusi positif bagi tim.
Tercatat, pemain yang berseragam Singo Edan tersebut tampil dalam 15 pertandingan, mencetak 2 gol dan 1 assist, serta turut berkontribusi dalam perolehan 4 poin bagi Arema FC.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kuncoro Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Dunia Usai Laga All Star
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah diberikan oleh Ian Puleio selama menjadi bagian dari tim.
“Manajemen Arema FC mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan dedikasi Ian Puleio selama membela Arema FC" ujar Yusrinal Fitriandi melalui rilis Jumat, (16/1/2026).
"Setelah melalui komunikasi dan pertimbangan bersama, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak demi kebaikan bersama,” imbuhnya.
Arema FC mendoakan yang terbaik bagi Ian Puleio dalam melanjutkan perjalanan karier profesionalnya dan berharap sang pemain dapat meraih kesuksesan bersama klub barunya.
Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis klub dalam melakukan evaluasi menyeluruh guna mempersiapkan skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi putaran kedua Super League 2025/26.
Selain melepas pemainnya, Arema FC juga didera kabar buruk sebab bek tangguhnya, Luiz Gustavo dipastikan mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera serius Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut kirinya.
Insiden memilukan ini terjadi setelah Luiz terjatuh dan tertimpa pemain lain di lapangan, yang memaksa pemain asal Brasil tersebut naik meja operasi dan menepi dari skuad Singo Edan hingga kompetisi berakhir.
Kabar sedih mengenai kondisi Luiz Gustavo itu diumumkan secara resmi oleh manajemen Arema FC pada Sabtu, (17/1/2026).
Keputusan medis untuk menempuh jalan operasi diambil setelah melalui serangkaian observasi mendalam antara tim medis klub, konsultan ahli, dan sang pemain sendiri.
Dokter Tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi pemain asal Brasil tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Luiz Gustavo didiagnosis mengalami robekan pada ligamen Anterior Cruciate Ligament (ACL).
"Luiz Gustavo mengalami robekan pada ligamen ACL lutut kiri. Cedera ini terjadi akibat insiden di lapangan di mana ia terjatuh dan tertimpa oleh pemain lain," terang dr. Nanang melalui rilis Sabtu.
Lebih lanjut, dr. Nanang menjelaskan, keputusan operasi tidak diambil secara sepihak.
Langkah ini dinilai sebagai opsi terbaik untuk menyelamatkan karir sepak bola Luiz Gustavo di masa depan.
"Setelah kami berdiskusi intensif dengan konsultan ortopedi dan tim medis, serta menjelaskan kondisinya kepada pemain, Luiz sepakat untuk memilih opsi operasi segera" terangnya.
"Tujuannya jelas, agar struktur lututnya bisa pulih sempurna dan ia dapat bermain lebih optimal di masa depan," tambah Nanang.
Merespons rekomendasi tim medis tersebut, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan situasi ini merupakan pukulan berat bagi tim.
Namun, dengan segala kerendahan hati, manajemen memilih untuk memprioritaskan sisi kemanusiaan dan kesehatan jangka panjang pemain.
"Tentu ini berat bagi kami di manajemen, pelatih, dan Aremania. Namun, demi kesembuhan dan karir pemain ke depannya, klub harus rela dan menyetujui opsi jalan operasi bagi Luiz" kata Yusrinal.
"Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan masa depannya," ungkapnya.
Meski harus menepi panjang, Yusrinal memastikan Arema FC tetap memegang teguh profesionalitas.
“Luiz Gustavo masih terikat kontrak hingga akhir kompetisi dan akan mendapatkan haknya serta dukungan penuh selama masa pemulihan,” pungkas Inal begitu panggilannya.
(BolaSport.com/Suryamalang.com)