Saat Baharkam Polri Serap Kritik hingga Harapan Publik Lewat Festival Komik
January 19, 2026 12:31 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar Festival Komik Polisi Penolong 2025 di kawasan Car Free Day (CFD), Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan harapan terhadap kinerja polisi lewat media kreatif.

Ratusan pengunjung CFD menyambut kegiatan ini dengan antusias, membawa karya komik dan karikatur yang merefleksikan pengalaman, kritik, dan harapan mereka terhadap Polri.

Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto, menjelaskan inisiatif ini bertujuan membangun kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus menyerap masukan publik secara humanis.

"Kami ingin melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri ke depan agar semakin baik dalam memberikan pertolongan," ujar Karyoto saat membuka festival.

Kreativitas Lewat Komik

Komik dan karikatur dipilih sebagai medium karena mampu menyampaikan kritik dan harapan masyarakat dengan lugas namun konstruktif.

Festival ini melibatkan tiga dewan juri: seniman Jam Praba, komikus digital Wahyu Aditya, dan Hasby Ristama, inisiator Lomba Komik Polisi Penolong.

Dari ratusan karya, 500 terbaik diseleksi.

Juara pertama, Nana Naung, membuat komik tentang polisi menolong korban bencana mencari anggota keluarga. Juara kedua, M. Fuad Azhar B, menampilkan polisi menuntun siswa ke sekolah di wilayah terpencil. Dan juara ketiga, Musrifah Medkom, menggambarkan polisi membantu lansia di jalan raya.

Baca juga: Sosok Bripda Muhammad Rio, Eks Brimob Polda Aceh yang Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia

Kedekatan dan Pengawasan

Selain menyerap kritik, festival ini menekankan peran masyarakat dalam pengawasan internal Polri, termasuk melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan benar," tegas Karyoto.

Kegiatan ini juga memperkuat citra Polri yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif publik dalam proses pengawasan dan evaluasi institusi.

Festival Komik Polisi Penolong 2025 membuktikan, partisipasi publik bisa tersalurkan secara kreatif, aman, dan efektif. Aspirasi masyarakat kini tidak hanya terdengar, tetapi juga direspons dengan cara yang transparan dan konstruktif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.