TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - BBKSDA Papua Barat melalui Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Kaimana, Brian Stevano, mengatakan habitat burung cenderawasih (bird of paradise) terganggu oleh menebang sejumlah pohon di areal Cagar Alam Pegunungan Fakfak, Papua Barat.
Pernyataan itu dilontarkan menyusul eksekusi memakai alat berat oleh Pengadilan Negeri Fakfak di areal Cagar Alam Pegunungan Fakfak.
Padahal, areal ittu merupakan habitat alami burung cenderawasih yang menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Papua.
Menurut Brian Stevano, KSDA Wilayah IV Kaimana sedang menghitung jenis dan jumlah pohon yang ditebang di kawasan cagar alam tersebut.
"Kawasan cagar alam merupakan habitat bagi sejumlah tumbuhan dan satwa liar. Khusus di Fakfak, banyak sekali spesies kunci yang dilindungi," ujarnya, Senin (19/1/2025).
Baca juga: Pertahankan Plang Cagar Alam di Kalimati Fakfak, KSDA Siap Tempuh Langkah Hukum
Ia menyampaikan ada beberapa jenis burung cenderawasih yang hidup di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Fakfak. Ada pula burung kakatua jambul kuning, nuri kepala hitam, dan rangkong.
"Salah satu tempat bermain burung-burung ini ialah di DAS Kalimati yang masuk Kawasan Cagar Alam Pegunungan Fakfak yang menjadi lokasi eksekusi oleh Pengadilan beberapa waktu lalu," kata Brian Stevano.
Ia memperingatkan penebangan pohon di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Fakfak akan mempersempit ruang gerak burung berjuluk burung surga itu.
"Apabila adanya penebangan pohon, akan menganggu habitat dari burung-burung ini. Pakan atau sumber makanannya bisa berkurang," ujarnya.
Baca juga: Cagar Alam Pegunungan Fakfak, Benteng Keanekaragaman Hayati Papua Barat di Ujung Tanduk
Apabila penebangan pohon berulang dan masif, ucapnya, bukan mustahil terjadi penurunan populasi hingga kepunahan burung cenderawasih.
"Bukan sesuatu yang tidak mungkin, burung cenderawasih sebagai ikon di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Fakfak hanya menjadi dongeng atau cerita untuk anak cucu di masa mendatang," kata Brian Stevano.
Terlepas dari eksekusi oleh Pengadilan Negeri Fakfak, BBKSDA Papua Barat meminta agar masyarakat tidak merambah hutan dan memburu hewan liar.
"Ini sangat mengkhawatirkan akan berdampak terhadap biodiversity di Kabupaten Fakfak," ujarnya.