Terungkap Sebelum Pesawat Jatuh Terdeteksi Masalah di Engineering, Penjelasan Manajemen IAT
January 19, 2026 12:11 PM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Pesawat ATR 42-500 hilang kontak dan jatuh dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat  ATR 42-500 tersebut diketahui jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Manajemen Indonesia Air Transport (IAT) mengakui sempat terjadi gangguan teknis pada pesawat ATR 42-500.

Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, mengatakan gangguan itu terdeteksi pada Jumat (16/1/2026) dan telah ditangani oleh tim engineering perusahaan.


Menurut dia, permasalahan tersebut tergolong kecil dan dinyatakan selesai setelah dilakukan pengujian teknis sesuai prosedur.

“Memang ada problem di engineering kami, tapi kami sudah tes. Problem kecil, dan sudah kami perbaiki hari Jumat,” ujar Edwin dalam konferensi pers di Media Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Konferensi pers tersebut menjadi yang pertama sejak insiden hilangnya kontak pesawat dan dihadiri oleh pimpinan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar M Arif, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.

Kemudian ada juga General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus ET Ganduguai, serta sejumlah pejabat TNI AU dan instansi lainnya.


Edwin menegaskan, setelah perbaikan dilakukan, pesawat dinyatakan laik terbang.

Ia menyebut proses perawatan dan pemeriksaan teknis telah mengikuti standar operasional penerbangan yang berlaku.

Namun demikian, ia menyatakan pihaknya sepenuhnya menyerahkan proses investigasi kepada KNKT untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Kami akan kooperatif dan membuka seluruh data yang dibutuhkan oleh KNKT, termasuk catatan perawatan pesawat,” katanya.

Berdasarkan data dari situs pemantauan penerbangan Flightradar24, pesawat ATR 42-500 tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB.

Pesawat kemudian dilaporkan hilang kontak saat memasuki wilayah Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya dinyatakan jatuh di kawasan Kabupaten Maros.

Seperti dilansir dari Tribuntimur Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa tim investigasi telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Investigasi akan difokuskan pada berbagai aspek, mulai dari kondisi teknis pesawat, faktor cuaca, hingga prosedur operasional penerbangan. Ia mengingatkan publik agar menunggu hasil resmi investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan.

Sementara itu, Basarnas Makassar melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta relawan setempat.

Fokus utama saat ini adalah menemukan seluruh korban dan mengamankan puing-puing pesawat untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dan ketatnya pengawasan keselamatan penerbangan, terutama terkait pemeliharaan armada dan pengambilan keputusan operasional sebelum pesawat dinyatakan siap terbang.

 

Ditemukan Badan dan Ekor Pesawat

Ditemukan  sebagian badan dan ekor pesawat tersebut berada di kawasan Gunung Bulusaraung dan menandai babak baru operasi SAR yang kini difokuskan pada pencarian serta evakuasi korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan serpihan pesawat ditemukan pada Minggu (18/1/2026) pagi sekitar pukul 08.02 Wita.

 
Bagian yang ditemukan meliputi badan pesawat, ekor, dan jendela.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan yang diyakini sebagai bagian badan pesawat, ekor, dan jendela. Setelah temuan ini, fokus operasi kami arahkan pada pencarian dan evakuasi korban,” ujar Arif dalam konferensi pers, Minggu.

Ia menjelaskan, setelah lokasi jatuhnya pesawat teridentifikasi, tim rescue langsung dikerahkan melalui jalur udara untuk mempercepat pencarian di medan yang sulit dijangkau.

“Prioritas utama kami adalah menemukan korban. Kami berharap masih ada korban yang dapat dievakuasi dalam kondisi selamat,” tambahnya.

Operasi SAR melibatkan pembagian satuan tugas (Search and Rescue Unit/SRU) darat dan udara.


Sekitar 1.200 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta unsur terkait lainnya.

“Kami membagi area pencarian ke beberapa SRU dan melakukan penyapuan darat secara menyeluruh agar tidak ada korban yang terlewat,” kata Arif.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.15 Wita.

Tim dibagi ke dalam unit pemantauan udara menggunakan helikopter dan unit darat yang dilengkapi drone.

“Sekitar pukul 07.46 Wita, kru helikopter melaporkan terlihat serpihan kecil berupa jendela pesawat. Beberapa menit kemudian, terpantau bagian yang lebih besar yang diduga badan dan ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung,” jelas Andi Sultan.

Tim AJU (Air Jump Unit) kemudian dikerahkan menuju titik temuan badan pesawat.

Namun, kondisi medan yang terjal dan ekstrem membuat faktor keselamatan personel menjadi perhatian utama.

“Akses menuju lokasi cukup terjal. Keselamatan tim menjadi prioritas, sehingga evakuasi dilakukan dengan perhitungan matang,” ujarnya.

 
Basarnas merencanakan proses evakuasi serpihan dan korban melalui jalur pendakian yang dinilai lebih aman meski memiliki jarak tempuh lebih jauh.

Hingga Minggu siang, operasi SAR masih terus berlangsung dengan konsentrasi penuh di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat mengangkut 10 orang yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Perkembangan terbaru operasi pencarian akan terus disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Penyebab Pesawat Jatuh 

Apa penyebab jatuhnya pesawat Pesawat ATR 42-500 ?

 Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai memetakan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

SERPIHAN PESAWAT - Penampakan serpihan pesawat dan potongan baju berlogo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di kaki Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1/2026) sore. Lokasi itu diduga titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport.
SERPIHAN PESAWAT - Penampakan serpihan pesawat dan potongan baju berlogo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di kaki Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1/2026) sore. Lokasi itu diduga titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport. (Istimewa)

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, berdasarkan temuan awal serpihan di lokasi kejadian, muncul dugaan kuat bahwa pesawat tersebut menghantam bukit atau lereng gunung sebelum akhirnya hancur.

"Ada dugaan kuat pesawat menghantam bukit atau lereng," ungkap Soerjanto pada Minggu (18/1).

 


Menurut Soerjanto, sesaat sebelum benturan terjadi, pilot diduga masih sempat melakukan upaya pengendalian.

 Namun, kondisi cuaca buruk disinyalir membuat pesawat tidak berada dalam kendali penuh (full control).

”Pilot masih bisa melakukan kontrol, tapi tidak dalam kendali penuh," jelasnya.

PESAWAT JATUH: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT)ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026). Pesawat jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026),
PESAWAT JATUH: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT)ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026). Pesawat jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), (TRIBUN MEDAN/BASARNAS)

Meski demikian, pihak KNKT belum mau terburu-buru menyimpulkan penyebab pasti tragedi ini.

Status resmi penyebab kecelakaan baru akan dikeluarkan setelah bukti fisik dan data dari kotak hitam (black box) berhasil dianalisis secara mendalam.

“Kami baru bisa menyimpulkan penyebab pastinya setelah seluruh data dan bukti fisik terkumpul,” tegasnya.


Secara khusus, Soerjanto menitipkan pesan penting kepada tim SAR gabungan di lapangan. Mengingat kondisi ekor pesawat ditemukan dalam keadaan hancur, pencarian kotak hitam menjadi prioritas utama untuk mengungkap misteri jatuhnya pesawat ini.

KORBAN DITEMUKAN: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT)   ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026).
KORBAN DITEMUKAN: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026). (TRIBUN MEDAN/BASARNAS)

"Black box tempatnya ada di ekor pesawat. Sementara ekor pesawat yang ditemukan dalam kondisi hancur. Makanya, saya menitipkan secara khusus kepada tim di lapangan untuk mencari benda tersebut," pungkasnya.

Hingga saat ini, tim SAR masih terus berjibaku di medan ekstrem Gunung Bulusaraung guna mengevakuasi korban dan mencari instrumen penting pesawat lainnya. 

Detik-detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .

Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.

"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.

"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.

Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka

Pesawat Sempat Ada Masalah

Sehari sebelum dilaporkan jatuh, Pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin.

Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu.

Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan.

Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut.

“Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes."

"Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

 Pramugari Esther Aprilita Sianipar Ikut Jadi Korban

  Pramugari Pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Sianipar termasuk korban dalam insiden pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan pada sabtu (17/1/2026) kemarin. 

Esther merupakan warga Bukit Rancamaya, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor. 

Melansir dari Tribunnews.com, Minggu (18/1/2025) Ayah Esther Aprilita Sianipar, Adi Sianipar, mengungkapkan komunikasi terakhir yang ia lakukan dengan sang putri tercinta.

Adi menyebut, dirinya sempat mengirim pesan lewat aplikasi percakapan WhatsApp kepada Esther pada Sabtu (17/1/2026) siang kemarin, sekitar pukul 12.00.

Akan tetapi, pesan tersebut tidak berbalas.

"Terakhir berkomunikasi, kemarin saya jam 12 WA [WhatsApp] dia, karena saya lagi di Jakarta, dia kan kos di Jakarta, jadi saya mau jemput dia kalau mau pulang," kata Adi.

"Ternyata, jam 12 itu nggak ada balasan dari dia. HP-nya sudah nggak aktif," lanjutnya.

Baca juga: KLARIFIKASI Wanita Diduga LC Bareng Ricky Harun di Tempat Karaoke: Ketemu Tiga Kali Sering Ditelfon

Baca juga: Sang Ayah Ungkap Chat Terakhir dengan Esther Sianipar Pramugari Pesawat ATR yang Jatuh di Sulsel

Kemudian, Adi mengaku, dirinya mendapat kabar mengenai insiden hilang kontak pesawat jenis ATR 42-500 ini dari pihak perusahaan IAT, perusahaan jasa penerbangan charter yang telah beroperasi sejak 1968. 

Diketahui, maskapai ini melayani penerbangan fixed-wing dan helikopter, khususnya untuk kebutuhan industri minyak dan gas, pertambangan, korporasi, serta penerbangan VIP.

"Saya dihubungi kantor IAT [terkait kabar pesawat ATR 42-500] tempat dia [Esther] bertugas."

"Melalui telepon, tapi karena saya ada di jalan, nggak saya angkat. Dia [lalu] WA gitu, bahwasanya pesawat yang ditumpangi Esther dari Jogja ke Makassar lost contact," tutur Adi.

Adi mengatakan, pihak keluarga terus berharap ada mukjizat, sehingga para kru dan penumpang pesawat tersebut ditemukan dengan selamat.

"Kami berharap masih ada mukjizat karena sampai jam sekarang [Minggu (18/1/2026) pagi] kan belum ditemukan, kami berharap mereka semua ditemukan dalam keadaan selamat," jelas Adi.

Adi juga mengungkap, putrinya tidak bertugas terbang pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, lantaran pesawat sedang dipasangi kamera.

Menurutnya, Esther baru aktif terbang lagi memasuki Januari 2026.

Akan tetapi, Adi mengaku, tidak tahu-menahu kenapa Esther ikut bertugas dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, sebab putrinya itu biasanya bertugas di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Dari pertengahan Desember dia kan ga terbang, sampai akhir Desember, karena pesawatnya itu lagi dipasang kamera katanya," papar Adi.

"Pasang kamera di bawah pesawat gitu, CCTV. Jadi, mereka sementara nggak terbang."

"Masuk Januari, mereka sudah aktif lagi."

"Saya nggak tahu ya [tentang rute-rute pesawat ATR 42-500], tapi karena dia standby-nya di Halim, saya nggak tahu juga kenapa dari Jogja ke Makassar gitu."ujarnya.

Daftar korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak:

Kru Pesawat:

1. Pilot: Capt. Andy Dahananto

2. Kopilot: Farhan.

3. FOO: Hariadi.

4. Engineer 1: Restu Adi

5. Engineer 2: Dwi Murdiono

6. Pramugari 1: Florencia Lolita

7. Pramugari 2: Esther Aprilita

Penumpang (Pegawai KKP):

Ferry Irrawan

Deden Mulyana

Yoga Nauval

Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Italia, AS Roma ke Peringkat 4, Bologna 1-2 Fiorentina, AC Milan 1-0 Lecce

 (*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribuntimur/ tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.