POS-KUPANG.COM, LEWOLOBA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat terdapat 7 Desa terdampak letusan gunung Ili Lewotolok.
Tujuh Desa yang terdampak itu, meliputi Desa Todanara, Desa Jontona, Desa Bailaliduli, Desa Lamaau, Desa Aulesa, Desa Lamatokan dan Desa Watodiri.
"Ada tujuh desa terdampak akibat letusan gunung ili Lewotolok, " Kata Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban, Senin 19 Januari 2026.
Dampak letusan ini menyebabkan abu vulkanik menutup rumah warga dan tanaman pertanian warga pada 7 Desa tersebut.
Sebelumnya, Pagi ini, Gunung Ili Lewotolok mengalami dua kali erupsi.
Pada, Senin 19 Januari 2026 pukul 06:18 WITA, Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi. dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1.823 m di atas permukaan laut).
Syawaludin, Petugas Pos pengamatan Gunung Ili Lewotolok melaporkan, Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas sedang condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi ± 48 detik.
Sementara itu, pada pukul 08:59 WITA, Gunung Ili Lewotolok kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1.923 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 21.4 mm dan durasi ± 1 menit 15 detik.
Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidakmelakukan aktivitas didalam wilayah radius 3 km daripusat aktivitas Gununh Ili Lewotolok. (awk)