Protes Warga Ndori Imbas Pemadaman Listrik, PLN ULP Ende Buka Suara
January 19, 2026 12:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE – Keluhan warga Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, terkait pemadaman listrik yang berlangsung beberapa hari terakhir akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak PLN. 

Pemadaman tersebut bahkan sempat memicu aksi kemarahan warga terhadap petugas PLN di lapangan pada Minggu (18/1/2026).

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende, Immer R. Pakpahan, menjelaskan, pemadaman listrik di wilayah Ndori disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

“Terkait dengan Ndori, kami sudah mengerjakan dan menangani gangguan tersebut. Cuaca buruk menyebabkan kerusakan jaringan di 21 titik, yang tersebar di wilayah penyulang 12 hingga 17,” kata Immer kepada POS-KUPANG.COM, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, PLN terpaksa menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan perbaikan pada jalur utama. 

Hal ini dilakukan agar pasokan listrik bisa segera kembali menyala di wilayah yang lebih luas.

Immer mengungkapkan, proses perbaikan di Kecamatan Ndori mengalami kendala karena letak tiang listrik berada di atas bukit, sehingga menyulitkan akses petugas di lapangan. 

Baca juga: PLN Tingkatkan Daya Listrik Labkesmas Sabu Raijua

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

“Posisi tiang di Ndori berada di atas bukit, ini cukup menyulitkan kami untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, apalagi cuaca juga tidak mendukung,” ujarnya.

Terkait informasi yang beredar mengenai listrik padam hingga delapan hari, Immer menegaskan hal tersebut perlu disinkronkan kembali.

“Untuk padam delapan hari, mungkin perlu disinkronkan, karena belum sampai delapan hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga Minggu (18/1/2026) malam progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen. 

PLN menargetkan perbaikan jaringan dapat diselesaikan hari ini, Senin (19/1/2026, selama tidak terjadi cuaca ekstrem.

“Estimasi selesai hari ini, jika tidak ada cuaca ekstrem. Progres pekerjaan sampai tadi malam sudah sekitar 70 persen,” katanya.

Dalam proses perbaikan tersebut, PLN juga bekerja sama dengan masyarakat setempat, terutama dalam pendirian tiang listrik yang terdampak.

“Kami juga bekerjasama dengan masyarakat untuk mendirikan tiang,” pungkas Immer.

PLN ULP Ende mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan berharap pemulihan jaringan listrik di Kecamatan Ndori dapat segera tuntas sehingga aktivitas warga kembali normal.

 

Sebelumnya, pemadaman listrik total yang terjadi selama delapan hari berturut-turut  di Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu kemarahan warga. 

Pemadaman tersebut terjadi sejak 10 hingga 18 Januari 2026 dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Ketiadaan pasokan listrik dari PLN tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga melumpuhkan perekonomian rakyat. 

Sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil terpaksa menghentikan operasional karena tidak dapat menghidupkan peralatan produksi maupun pendingin barang dagangan.

Selain itu, pemadaman listrik juga menyebabkan terganggunya jaringan komunikasi. 

Beberapa wilayah di Kecamatan Ndori mengalami blank spot sinyal seluler akibat tower pemancar kehabisan daya, sehingga warga kesulitan berkomunikasi dan mengakses informasi penting.

Pada malam hari, kondisi ini semakin memperburuk situasi keamanan lingkungan. 

Minimnya penerangan jalan dan pemukiman membuat sejumlah wilayah rawan terhadap tindak kriminal dan kecelakaan.

Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mendapatkan kejelasan dari pihak PLN. 

Pengaduan disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile hingga keluhan yang disuarakan di media sosial, termasuk di grup Facebook khusus warga Kecamatan Ndori. 

Namun, pemadaman yang terus berlanjut tanpa kepastian waktu pemulihan memicu emosi masyarakat.

Puncaknya terjadi pada Minggu (18/1/2026), ketika sejumlah warga meluapkan kemarahan kepada seorang petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan tiang listrik di wilayah tersebut.

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang kemudian diunggah oleh akun TikTok Kelly99. 

Dalam keterangannya, pemilik akun akun TikTok Kelly99 menulis, “Masyarakat Kecamatan Ndori, Ende mengamuk, akibat listrik sudah delapan hari masih padam, pelayanan PLN yang paling buruk di Indonesia.”

Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari netizen. 

Sebagian warganet menilai kemarahan warga dapat dimaklumi, namun mengingatkan agar petugas lapangan tidak menjadi sasaran amukan. (bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.