Laporan Wartawan Tribun Gayo Sri Widya Rahma | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Harga kopi Gayo tingkat toke (pengepul) di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah kembali mengalami kenaikan signifikan, pada Senin (19/1/2026).
Berikut harga kopi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunGayo.com, harga kopi Gayo jenis gelondong (cherry) di Aceh Tengah saat ini berkisar Rp 23.000 per bambu hingga Rp 27.000 per bambu.
Harga tersebut naik drastis sekitar Rp 1.000 per bambu hingga Rp 5.000 per bambu dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 22.000 per bambu.
Sementara itu, untuk harga gabah kopi Gayo juga mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 per kilogram (Kg) nya.
Baca juga: Harga Kopi Gayo di Aceh Tengah-Bener Meriah Terus Naik Rabu 14 Januari 2025
Saat ini gabah kopi Gayo tingkat toke berada di angka Rp 60.000 per kg hingga Rp 70.000 per kg.
Hal serupa juga terjadi untuk harga biji kopi hijau (green been) yang saat ini berada di harga Rp 135.000 per kg hingga 140.000 per kg, yang juga melonjak dari harga sebelumnya Rp 130.000 per kg.
Namun, perlu diketahui, untuk harga green been juga tergantung pada kadar air dan trase kopi.
Dimana, biji kopi hijau dengan kadar air 15 berada di harga Rp 142.000 per kg hingga Rp 145.000 per kg.
Data harga kopi Gayo diperoleh dari toke kopi di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Taqim.
Untuk harga kopi Gayo di Kabupaten Bener Meriah, juga mengalami kenaikan serupa.
Salah seorang toke di Kecamatan Bandar, Iwan, membenenarkan bahwa saat ini harga kopi Gayo kembali menyentuh harga tertinggi.
"Sekarang gelondong Rp 23.000 per bambu, sedangkan gabah sama seperti di Takengon, berkisar Rp 65.000 per kilonya," ujarnya.
Sementara itu, untuk harga biji kopi hijau menurutnya di setiap daerahnya hampir sama baik di Aceh Tengah maupun Bener Meriah.
"Ya samalah, sekitar Rp 130.000 per kilonya bahkan lebih, paling beda Rp 2.000 atau Rp 3.000 per kilonya," ungkap iwan.
|
Jenis Kopi Gayo |
Aceh Tengah | Bener Meriah | Keterangan |
| Gelondong (cherry) | Rp 23.000-Rp 27.000 per bambu | Rp 23.000 per bambu | Naik Rp 1.000-Rp 5.000 dari harga sebelumnya (Rp 22.000) |
| Gabah | Rp 60.000-Rp 70.000 per kg | Rp 65.000 per kg | Kenaikan sekitar Rp 5.000 per kg |
| Biji kopi hijau (green been) | Rp 135.000-Rp 140.000 per kg | Rp 130.000-Rp 133.000 per kg | Sebelumnya Rp 130.000 per kg (harga tergantung kadar air dan trase) |
|
Green been (Kadar Air 15 % ) |
Rp 142.000-Rp 145.000 per kg | - | Harga lebih tinggi karena kadar air sesuai kategori DPS |
Harga kopi Gayo sebelumnya di pengaruhi oleh faktor cuaca, kondisi jalan, serta kelancaran distribusi ke pasar.
Diketahui, harga kopi Gayo sempat anjlok pascabencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor, yang menyebabkan jalan putus di berbagai daerah.
Harga kopi Gayo mulai stabil setelah akses jalan mulai kembali normal setelah adanya perbaikan.
Namun, harga kopi Gayo hingga saat ini terus mengalami kenaikan dan mencapai harga tertinggi di awal tahun 2026.
Menurut toke kopi di Kecamatan Pegasing, Taqim menyebutkan melonjaknya harga kopi Gayo saat ini akibat mulai menipisnya hasil panen para petani, sementara permintaan pasar belum terpenuhi.
"Kopi sudah mulai habis, sedangkan kontrak pemain kopi masi ada, jadi dipacu di harga agar dapat barang," jelasnya.
Kenaikan harga ini menjadi angin segar bagi para petani kopi di dataran tinggi Gayo.
"Walaupun buahnya udah tipis, tapi harganya mahal jadi satu kaleng kopi aja uangnya udah berasa kali," pungkas seorang petani kopi di Bener Meriah, Dhea.
Petani berharap harga kopi Gayo tetap stabil di harga tertinggi, sehingga dapat mengurangi beban mereka dalam dalam memenuhi kebutuhan pascabencana. (*)