Terekam CCTV Seorang Pria Curi Sepeda Motor Warga Saat Sholat Ashar di Masjid Nurul Islam Medan
January 19, 2026 01:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Masjid Nurul Islam, Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. 

Kejadian ini berlangsung pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, di mana pelaku memanfaatkan situasi ketika jemaah sedang khusyuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah.

Menurut, Wakil Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Islam, Muhammad Reza Pahlepi (44), membenarkan peristiwa pencurian sepeda motor milik jemaah. 

Berdasarkan dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV), terlihat pria tak dikenal itu berada di sekitar masjid sejak pukul 14.42 WIB, atau kurang lebih satu jam sebelum aksi pencurian.

"Kita indikasikan pelaku sudah memantau keadaan sekitar satu jam sebelum waktu Asar. Pada saat sholat berjamaah, dia tidak ikut serta. Kemungkinan dia melakukan aksinya di sekitar rakaat kedua atau ketiga, saat jemaah belum selesai sholat dan belum keluar dari masjid," ujar Muhammad Reza Pahlepi saat ditemui Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Pelaku yang mengenakan pakaian rapi sehingga tidak mencurigakan, diduga telah mempelajari lokasi dan mengetahui posisi kamera CCTV masjid. 

Wakil BKM menyebutkan, dari rekaman CCTV terlihat pelaku beraksi sendirian dan gerak-geriknya seperti orang yang sudah merencanakan aksi.

"Sepertinya bukan warga sini, karena kita tidak pernah melihat wajahnya. Mungkin sudah direncanakan, dia sudah memantau situasi bahwa masjid ini cukup tenang dan pengawasan tidak terlalu ketat," ucapnya.

Korban pencurian adalah seorang jemaah bernama Haji Soekardi, yang kehilangan sepeda motor Yamaha Mio Sporty tahun 2009. Korban sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

"Sudah melapor ke pihak kepolisian, dan satu hari setelahnya pihak kepolisian langsung datang ke TKP untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti," lanjutnya.

Menanggapi maraknya pencurian di mesjid Nurul Islam, apalagi menjelang ramadhan, pengurus masjid mengambil langkah pencegahan.

Langkah pertama adalah mengaktifkan kembali sistem piket keamanan yang melibatkan remaja masjid (Remas).

"Kita aktifkan anak-anak remaja masjid untuk berjaga di sekitar masjid. Langkah kedua, memasang himbauan di beberapa titik bahwa selama waktu sholat tidak ada kendaraan yang boleh keluar dari area masjid," ungkapnya.

Meski telah berupaha, Reza menekankan bahwa penegakan hukum tetap menjadi wewenang penuh aparat kepolisian.

Dia pun berharap kasus ini segera diselesaikan.

"Ini jadi pelajaran bagi kita. Kita memohon kepada pihak keamanan, terutama kepolisian, untuk membantu dan menindaklanjuti. Proses penegakan hukum ada di pihak yang berwajib. Jadi pesan kami, pihak kepolisian segera menyelesaikan kasus pencurian-pencurian, baik kendaraan, kotak amal, sandal, atau sepatu di sekitaran masjid. Artinya, pihak kepolisian segera menangkap pelaku," tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr. Made Wira Suhendra saat dikonfirmasi Tribun Medan, mengatakan dengan maraknya aksi pencurian di masjid-masjid, pihaknya akan melakukan patroli.

"Pada intinya kami melakukan penyelidikan dan patroli untuk mengantisipasi adanya pencurian sepeda motor dan tetap berpatroli," pungkasnya.

(Cr9/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.