Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Ferry Irawan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu korban pesawat ATR 42-500.
Ferry sendiri ternyata warga Komplek Perumahan Mina Bhakti Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor tepatnya di lingkungan RT 006 RW 003.
Sosok Ferry sendiri dikenal baik dan aktif di lingkungan masyarakat.
Namun, semenjak diangkat menjadi pengawas di KKP, Ferry sangat sibuk dan sudah jarang berkumpul dengan masyarakat.
Namun, sosok dirinya masih dikenang oleh warga termasuk Ketua RT 006 Ari Fakhrizal.
Ari mengatakan, Ferry sendiri sering meminta tolong kepadanya agar mengawasi anak-anaknya.
Anak Ferry sendiri baru dua orang. Satu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP).
“Jadi bukan ‘nitip’ karena bekerja. Karena kan anaknya main dengan anak-anak sini. Anaknya memang agak aktif. Bukan bandel ya, tapi biasalah anak-anak, temannya juga suka bikin masalah. Dia (Ferry) bilang ke saya. Pak kalau misalnya ada apa-apa, tolong awasin anak saya, supaya nanti nggak bikin onar,” kata Ari saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Senin (19/1/2026).
Anak Ferry sendiri setiap hari bermain dengan teman sebayanya di komplek perumahan.
Anaknya terbilang cukup aktif dan bergaul dengan teman lainnya.
“Hampir setiap hari itu anaknya main,” ujarnya.
Meski begitu, Ari mengatakan, tidak ada komunikasi sebelum kejadian hilangnya pesawat tersebut.
“Terakhir itu ketika ada kegiatan, saya minta ajak beliau untuk gabung kegiatan. Dan beliau memang bilang sudah sibuk, nggak bisa, Pak. Itu pun 2 tahun yang lalu ya,” ucapnya.
Sementara itu, sebelumnya, Sosok Ferry sendiri masih dikenang walaupun ia sendiri saat ini sibuk dipekerjaannya.
Ketua RT 006 Perumahan Mina Bhakti Ari Fakhrizal mengatakan, Ferry sendiri merupakan sosok yang baik dan aktif bergaul.
“Pak Ferry adalah orang yang baik yang selama ini bergaul di wilayah kami. Ia juga aktif bermasyarakat,” kata Ari kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (18/1/2026).
Namun, semenjak bekerja di KKP, Ferry sudah jarang bergaul.
Hampir setiap minggu, sambung Ari, ia pergi keluar daerah.
“Jadi untuk bertemu juga agak kurang dengan kami. Paling liburan aja kaya Minggu itupun sorenya uda berangkat lagi,” ujarnya.
Sebelum diangkat sebagai pengawas, Ferry sangat aktif dimasyarakat.
Pada perayaan Idul Adha beberapa tahun kebelakang, Ferry sendiri pernah menjadi sebagai Ketua Panitia Kurban.
“Cuma tadi pas diangkat jadi pengawas agak berkurang,” ujarnya.