Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) berencana mengubah area kolong jalan layang (flyover) di Kecamatan Tambora menjadi fasilitas olahraga papan luncur (skateboard/skatepark) dan ruang terbuka publik.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, di Jakarta, Senin, menyebutkan bahwa pembangunan yang segera dieksekusi pada 2026 ini selaras dengan visi besar Jakarta Barat menuju Kota Layak Anak (KLA).

"Jakarta Barat saat ini memiliki target menjadi Kota Layak Anak 2027, sehingga pembuatan sarana skatepark ini juga menjadi salah satu programnya," katanya.

Ia menambahkan, desain skatepark nantinya akan dibuat inklusif dan ramah anak.

"Nanti dalam desain pembangunannya diusahakan agar tidak sekadar sarana olahraga, tapi juga sarana ruang publik yang ramah anak," ujarnya.

Sementara itu, Camat Tambora, Pangestu Aji, menyampaikan bahwa rencana itu bermula dari aspirasi warga, khususnya para pemuda yang membutuhkan wadah untuk menyalurkan kreativitas dan kegiatan positif.

"Ini awal mulanya dari masukan dan kebutuhan warga, terutama pemuda. Mereka memang sangat butuh ruang terbuka," katanya.

Menurutnya, Tambora yang memiliki 11 kelurahan dengan kepadatan penduduk tinggi saat ini, baru memiliki dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), yakni di Kalijodo dan Krendang.

"Selain wilayahnya kecil dan penghuninya banyak, mereka sulit menyalurkan kegiatan positif. Diharapkan dengan adanya skatepark, kreativitas mereka bisa terwadahi," katanya.

Ia menyebutkan ada dua opsi lahan aset pemerintah yang sedang dikaji dalam tahap perencanaan saat ini.

"Sementara informasi aset yang kita punya, opsinya ada di bawah kolong 'flyover' Jembatan Dua dan juga Taman Jayakarta di sisi Jalan Latumeten, seberang Seasons City Mall," katanya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dari dua opsi tersebut, hanya satu lokasi yang akan dipilih setelah melalui kajian teknis lebih lanjut.

"Yang akan dibangun satu, tapi opsinya sementara di dua lokasi alternatif itu. Nanti perkembangan lanjutnya dan kajian-kajian teknis mungkin bisa kita pertimbangkan lagi," katanya.