TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sambil memegang foto keluarga sang anak, Mukhsin, ayah Deden Maulana masih berharap ada kabar baik untuk para korban pesawat ATR 42-500.
Mukhsin mengatakan, pihaknya baru dihubungi untuk mengirimkan sejumlah data pribadi hingga foto korban saat tersenyum untuk keperluan proses identifikasi.
Permintaan tersebut disampaikan kepada adik korban yang berangkat ke Makassar, Sulawesi Selatan bersama suaminya.
“Barusan itu menelepon, minta dikirim data-datanya Deden Maulana,” ujar Mukhsin, Selasa.
Data yang diminta meliputi ijazah, kartu keluarga, serta ciri-ciri khusus yang ada di tubuh korban.
Selain itu, pihak keluarga juga diminta memberikan keterangan mengenai pakaian terakhir yang dikenakan korban.
“Termasuk foto yang lagi tersenyum, yang kelihatan gigi,” kata Mukhsin.
Hingga saat ini, keluarga belum menerima kabar lanjutan terkait hasil identifikasi.
Mukhsin mengatakan pihak keluarga masih menunggu informasi resmi dari tim di lapangan.
Mukhsin juga menegaskan bahwa sebelum kejadian, tidak ada pesan atau firasat khusus yang disampaikan oleh putranya.
“Enggak ada apa-apa, enggak ada tanda-tanda,” tuturnya.
Terkait keberangkatan keluarga ke Makassar, Mukhsin menjelaskan bahwa tim meminta perwakilan keluarga sedarah untuk mendampingi proses identifikasi.
“Adiknya Deden yang perempuan berangkat sama suaminya. Katanya harus yang sedarah,” ujarnya.
Sementara itu, istri Deden Maulana tidak ikut berangkat karena masih mengalami syok pascakejadian.
Mukhsin berharap proses pencarian dan identifikasi dapat segera memberikan kepastian bagi keluarga.
“Harapan kami semoga cepat ditemukan dan ada kabar yang menggembirakan,” kata dia.