TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Keluarga Esther Aprilita di Caringin, Kabupaten Bogor terpukul dengan kabar kejadian pesawat ATR hilang kontak di kawasan Maros setelah mengalami insiden.
Keluarganya di Bogor berharap ada mukjizat terkait nasib pramugari yang kerap disapa April ini.
April ini diketahui menjadi salah satu orang dalam pesawat ATR yang hilang kontak di kawasan Maros setelah mengalami insiden pada Sabtu (17/1/2026) kemarin.
Perempuan yang kerap disapa April ini nasibnya masih belum dipastikan.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (19/1/2026), suasana cemas terlihat dari keluarga di Bogor seperti ibunda, adik, paman, bibi dari April.
Sementara ayah April sudah berangkat ke Makassar mencari kabar langsung dari sana.
Di tengah suasana cemas ini, orang yang menyampaikan doa masih berdatangan, diantaranya camat dan kades.
"Mudah-mudahan ada mukjizat," kata Arya, paman dari April saat ditemui TribunnewsBogor.com, Senin.
Arya mengatakan bahwa, April sudah cukup lama menjadi pramugari dan belum menikah.
April merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
April juga disebut sebagai anak kesayangan ayahnya.
"Baik orangnya makanya bapaknya nangis-nangis, pas dapet kabar kejadian lost contact bapaknya nangis nangis," katanya.
Arya mengaku bahwa dia tak terlalu sering komunikasi dengan April.
Kecuali ayahnya, kata Arya, yang memang sering berkomunikasi dengan April.
"Bapaknya yang komunikasi terakhir. Bapaknya sering komunikasi, karena dia anak kesayangan, anak kesayangan bapaknya," ungkap Arya.
Hilang kontak itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.17 WITA.
Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros.
Pesawat ATR 42-500 yang tengah dalam rute penerbangan Yogyakarta - Makassar dilaporkan mengalami hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Hilang kontak itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.17 WITA.
Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros.
Pesawat ATR 42-500 PK-THT dari maskapai Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta-Makassar ini diketahui saat hilang kontak tengan mengangkut 10 orang penumpang dan kru, salah satunya pramugari Esther Aprilita.
Belakangan diketahui, pesawar tersebut mengalami kecelakaan di area Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.