Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ada 3 jembatan di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim rusak.
2 jembatan putus total dan dipasang jembatan darurat yang dibuat dengan bambu. Sedangkan 1 jembatan lainnya, nyaris putus total.
Akibatnya, akses roda empat warga di Dusun Mijil dan Mingging Desa Grogol Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo, Jatim tertutup total.
Sedangkan untuk roda dua, masih bisa dilintasi. Lantaran warga membangun jembatan darurat dengan bambu yang biasa disebut dengan jembatan sesek.
Baca juga: Mobil Ambulans Bawa Jenazah Seberangi Derasnya Sungai, Kades Minta Perhatian Pemprov Bangun Jembatan
Untuk jembatan pertama menghubungkan antar rt di Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Tepatnya berada di RT 02 desa setempat.
Jembatan tersebut sempat mau dibangun pada 2021 lalu. Namun pada 16 Desember 2021 memakan korban, 2 pekerja tiwas tertimbun material pondasi jembatan.
Baca juga: 4 Tahun Warga Patungan untuk Bangun Jembatan Bambu, Tak Pernah Diperbaiki Pemerintah Sejak 2021
Hingga 19 Januari 2026, jembatan tersebut belum dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Warga membangun jembatan sesek sepanjang 6 sampai 7 meter agar bisa dilintasi.
Jembatan kedua berada di Dusun Mingging. Jembatan itu menghubungkan antara Dusun Mingging dan Dusun Mijil. Jembatan kedua ini ambrol total pada Maret 2025.
Karena sampai saat ini belum dibangun, warga membangun jembatan sesek sepanjang 3 sampai 4 meter agar bisa dilintasi.
Terakhir, ada 1 jembatan lagi di Dusun Mijil yang nyaris putus. Plengsengan sebelah barat sudah tergerus. Hingga jembatan tak bisa dilintasi roda empat.
Untuk yang jembatan ketiga ini, nyaris ambrol pada, Sabtu (17/1/2026) malam. Lantaran hujan deras mengguyur lokasi.
“Ada 500 warga yang terisolir. Karena ada tiga yang rusak. Satu yang memakan korban, satu lagi yang di Dusun Mingging. Dan terakhir yang baru ini,” ungkap Kateni, ketua RT 02, Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (19/1/2026).
Dampak karena 3 jembatan rusak itu, roda empat tidak bisa melintas. Warga hanya bisa melintas atau keluar dari rumah dengan kendaraan roda dua.
“Warga aktivitas, cukup sulit. Adanya jembatan sesek, bisa roda dua. Kalau hujan, licin sekali. Kalau gak terpaksa gak lewar,” tambahnya.
Warga lain, Mali mengatakan ada tiga jembatan yang rusak. Yang terakhir rusak pada Sabtu (17/1/2026) lalu.
“Rusak karean air, karena kena hujan deras. Dengan rusaknya jembatan terakhir ini bikin roda empat tak bisa melintas atau keluar,” pungkasnya.