WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rekan Indonesia DKI Jakarta merilis pemeringkatan 10 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D terbaik di Provinsi DKI Jakarta.
Peringkat berdasarkan kompilasi data terbuka dan penilaian kualitatif sebagai upaya transparansi layanan kesehatan publik serta pemerataan mutu pelayanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan.
Pemeringkatan ini disusun menggunakan indikator yang dapat diakses publik.
Baca juga: Antisipasi Super Flu, Pemprov DKI Buka Layanan Vaksin Influenza Berbayar di RSUD
Hal itu meliputi ketersediaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, keberadaan dokter spesialis dasar, kapasitas layanan rawat inap secara relatif, serta ulasan masyarakat pada platform terbuka.
Rekan Indonesia menyatakan, pemeringkatan ini bukan penilaian klinis medis, melainkan gambaran awal kesiapan dan aksesibilitas layanan RSUD Tipe D bagi masyarakat.
RSUD Tipe D merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan publik, terutama bagi warga dengan akses terbatas ke rumah sakit besar.
Baca juga: Kecelakaan SDN 01 Kalibaru: Lima Siswa Dirawat di RSUD Koja, Pemprov DKI Tanggung Biaya
"Keterbukaan informasi dan peningkatan mutu layanan menjadi kebutuhan mendesak," kata Martha Tiana Hermawan, Ketua KPW Rekan Indonesia DKI Jakarta, dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Daftar 10 RSUD Tipe D Terbaik di DKI Jakarta:
1. RSUD Johar Baru (Jakarta Pusat)
2. RSUD Pademangan (Jakarta Utara)
3. RSUD Matraman (Jakarta Timur)
4. RSUD Cempaka Putih (Jakarta Pusat)
5. RSUD Kebayoran Lama (Jakarta Selatan)
6. RSUD Kembangan (Jakarta Barat)
7. RSUD Cilincing (Jakarta Utara)
8. RSUD Jati Padang (Jakarta Selatan)
9. RSUD Kramat Jati (Jakarta Timur)
10. RSUD Kalideres (Jakarta Barat)
Baca juga: RSUD Kota Bekasi Punya Utang Rp 70 Miliar, Warga Khawatir Pelayanan Tidak Maksimal
Diketahui, RSUD Kramat Jati saat ini berada dalam proses transisi atau telah naik kelas menjadi RSUD Tipe C, sehingga penempatannya relevan berdasarkan data periode sebelumnya.
Rekan Indonesia juga menyoroti adanya ketimpangan keterbukaan data, khususnya terkait jumlah dokter spesialis dan Bed Occupancy Rate (BOR) yang belum dipublikasikan secara konsisten oleh seluruh RSUD.
Kondisi ini menyulitkan publik untuk menilai kinerja layanan kesehatan secara objektif dan berkelanjutan.
Baca juga: RSUD Bakti Pajajaran Hadirkan Klinik Gizi dan Agro Herbal Layani Pasien Kurang Gizi hingga Obesitas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan didorong untuk membuka data layanan rumah sakit secara lebih sistematis dan mudah diakses.
"Transparansi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai dasar perbaikan layanan publik," kata Adi Sulistiono, Sekretaris KPW Rekan Indonesia DKI Jakarta.
Rekan Indonesia mengatakan, pemeringkatan ini bersifat dinamis dan akan diperbarui seiring perubahan klasifikasi rumah sakit, penambahan tenaga medis, serta peningkatan fasilitas layanan.
Baca juga: Pramono Anung Kaget Ada Ruang President Suite hingga Bisa Candle Light Dinner di RSUD Cengkareng
Partisipasi masyarakat melalui ulasan yang bertanggung jawab juga jadi bagian penting dalam mendorong akuntabilitas layanan kesehatan publik.
Pempror DKI Jakarta diharapkan menjadikan temuan ini sebagai bahan evaluasi kebijakan, demi mewujudkan layanan kesehatan dasar yang adil, merata dan berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien. (m27)