NOVA.id—Kamar lembap yang dipenuhi jamur bukan hanya mengganggu estetika ruangan, tetapi juga dapat menimbulkan bau apek dan masalah kesehatan bagi penghuni.
Kelembapan berlebih menciptakan lingkungan ideal bagi jamur untuk tumbuh, sehingga dinding atau sudut ruangan sering muncul bercak hitam kehijauan yang membandel.
Cara-cara alami berikut dapat membantu menyerap dan mengontrol kelembapan udara di ruangan tanpa perlu alat listrik atau bahan kimia.
Kuncinya adalah memaksimalkan sirkulasi udara, menyerap uap air berlebih, serta menjaga kamar tetap kering dengan bantuan alam. Berikut beberapa metode alami yang bisa Sahabat NOVA terapkan.
1. Mengoptimalkan Ventilasi dan Sirkulasi Udara
Ventilasi yang baik merupakan cara paling ampuh untuk mengurangi kelembapan secara alami. Biasakan untuk membuka jendela kamar setiap hari, terutama di pagi hari, agar udara segar dan sinar matahari bisa masuk.
Udara luar yang kering akan menggantikan udara lembap di dalam kamar. Jika memungkinkan, buatlah ventilasi silang (cross-ventilation) dengan membuka dua jendela yang berlawanan arah, sehingga tercipta aliran udara menyilang.
Sinar matahari yang masuk beberapa jam per hari juga sangat membantu menurunkan kelembapan ruangan secara alami.
Jemur kasur atau bantal secara berkala di bawah matahari pagi untuk mengurangi kadar lembapnya. Selain itu, pastikan pintu kamar dibiarkan terbuka sesekali saat tidak digunakan, agar udara tidak stagnan.
Dengan ventilasi yang lancar dan paparan sinar matahari, udara lembap di kamar akan berkurang dan jamur pun enggan muncul.
2. Menggunakan Tanaman Penyerap Kelembapan
Beberapa tanaman hias indoor ternyata bermanfaat menyerap kelebihan uap air di udara, sehingga dapat berperan sebagai dehumidifier alami.
Contoh tanaman yang dikenal mampu menyerap kelembapan udara antara lain: Lidah Mertua (Sansevieria), Lidah Buaya (Aloe vera), Pakis Boston, Palem Areca (Palem Kuning), Sirih Gading (Pothos), Spider Plant, hingga Peace Lily.
Tanaman-tanaman ini tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membantu menjaga kelembapan tetap seimbang. Misalnya, pakis dan palem memiliki banyak daun yang dapat meningkatkan proses penyerapan air melalui transpirasi, sementara lidah mertua dan lidah buaya mampu menyerap kelembapan berlebih sekaligus memurnikan udara.
Letakkan beberapa tanaman hias tersebut di sudut kamar yang lembap atau dekat jendela. Anggrek juga cocok ditempatkan di kamar mandi atau kamar tidur; meski menyukai kelembapan, anggrek justru ikut menyerap kelembapan udara di sekitarnya sehingga mengurangi peluang jamur tumbuh.
Secara keseluruhan, menghadirkan tanaman di dalam kamar menciptakan lingkungan yang lebih segar, estetis, dan membantu ruangan terbebas dari lembap secara alami.
3.Bahan Penyerap Kelembapan Buatan Sendiri
Anda juga bisa membuat dehumidifier alami dengan memanfaatkan bahan-bahan rumahan yang bersifat menyerap air. Salah satu cara termudah adalah menempatkan wadah terbuka berisi bahan penyerap di sudut-sudut kamar yang cenderung lembap.
Beberapa bahan yang efektif antara lain: arang aktif, gel silika, dan garam krosok (garam kasar). Arang aktif memiliki tekstur berpori yang mampu menyerap uap air berlebih dari udara.
Gel silika sering ditemukan dalam kemasan produk (bungkus kecil bertuliskan “Do Not Eat”), kumpulkan dan taruh di mangkuk kecil, gel ini akan menyerap kelembapan di sekitarnya.
Garam krosok dan bahkan baking soda juga bersifat higroskopis sehingga dapat dipakai sebagai penyerap lembap alami. Misalnya, letakkan mangkuk berisi garam di sudut kamar atau dalam lemari pakaian untuk mengurangi kelembapan dan bau apek.
Perlu diingat untuk mengganti bahan-bahan penyerap ini secara berkala, misalnya setiap beberapa hari sekali atau ketika Anda lihat sudah menggumpal dan tampak basah karena jenuh menyerap air.
Buang bahan lama dan isi dengan yang baru agar efektivitasnya terjaga. Dengan trik sederhana ini, kamar Anda akan terasa lebih kering tanpa perlu alat elektronik.
4.Ventilasi Alami Tambahan
Jika kamar Anda tidak memiliki jendela, pertimbangkan membuat ventilasi tambahan seperti lubang angin di atas pintu atau memasang exhaust fan kecil.
Exhaust fan bukan perangkat kimia, ia bekerja secara mekanis menyedot udara lembap keluar ruangan. Namun, apabila ingin tetap 100% tanpa alat, meminimalkan sumber lembap adalah kuncinya.
Contohnya, hindari menjemur pakaian di dalam kamar, karena hal itu segera meningkatkan kelembapan ruangan. Jemurlah di luar atau di dekat jendela dengan sirkulasi udara yang baik.
Setelah mandi, pastikan kamar mandi (jika terhubung dengan kamar tidur) segera dianginkan atau dinyalakan exhaust agar uapnya tidak menyebar ke kamar. Dengan kata lain, cegahlah uap dan air masuk ke kamar sebanyak mungkin.
Dengan kombinasi cara-cara di atas, kelembapan di kamar Sahabat NOVA dapat dikurangi secara efektif.
Udara yang lebih kering akan membuat kamar terasa lebih nyaman dan tentunya mencegah munculnya jamur baru.