BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mendorong peran aktif masyarakat dalam pengendalian inflasi melalui Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR).
Program ini menempatkan keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas cabai.
Program GENCAR kembali digelar di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang, Minggu (18/1/2026), dengan pembagian tanaman cabai kepada warga. Langkah ini menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan Pemprov Babel yang bertujuan memperkuat kemandirian pangan rumah tangga.
Cabai dipilih karena memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi daerah. Melalui kebiasaan menanam cabai sendiri, masyarakat tidak hanya dapat menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga ikut berkontribusi menjaga stabilitas harga di pasar.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, didampingi Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat, bersama jajaran pimpinan Pemprov Babel dan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Kehadiran langsung Gubernur beserta jajaran menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya merancang kebijakan dari balik meja, tetapi hadir hingga ke tingkat kelurahan dan rumah tangga warga.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa tanaman cabai yang dibagikan kepada masyarakat merupakan hasil panen dari tanaman cabai yang sebelumnya ditanam di pekarangan Rumah Dinas Gubernur. Hal ini menjadi contoh konkret bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk produktif.
“Kita sudah buktikan sendiri. Dari pekarangan rumah bisa menghasilkan cabai. Inilah semangat yang ingin kita tularkan ke masyarakat. Dapur rumah tangga bisa menjadi benteng pertama pengendalian inflasi,” tegas Gubernur.
Program GENCAR merupakan inovasi kebijakan Pemprov Babel yang mengedepankan penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah akibat fluktuasi harga pangan. Program ini sejalan dengan visi kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera.
“Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sendiri, tetapi juga ikut memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan, menanam cabai di rumah bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan gerakan kolektif membangun kemandirian pangan dan ekonomi keluarga. Melalui Program GENCAR, Pemprov Babel menargetkan pembagian 150 ribu tanaman cabai kepada masyarakat di seluruh wilayah Bangka Belitung. “Nanti akan kita evaluasi. Yang hasilnya bagus, akan kita beri bonus,” ujar Gubernur, yang disambut antusias warga.
Gubernur juga menegaskan bahwa Program GENCAR sejalan dengan kebijakan nasional ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Semua program Bapak Presiden kita dukung. Kita ingin pangan dihasilkan dari daerah sendiri. Mudah-mudahan Program GENCAR ini terus berjalan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat selama saya menjabat,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Bukit Besar Dani menjelaskan bahwa penyaluran tanaman cabai di wilayahnya dilakukan secara bertahap dan merata. Pada tahap awal, secara simbolis 200 tanaman cabai diberikan kepada 20 kepala keluarga di satu RT. “Ke depan akan dilanjutkan pembagian sekitar 2.300 batang tanaman cabai untuk 9 RT dan 3 RW, termasuk 250 rumah dasawisma serta kelompok tani di Kelurahan Bukit Besar,” jelasnya.
Ia optimistis Program GENCAR akan memberikan dampak nyata jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari warga penerima manfaat. Soleha, salah satu warga, mengaku terbantu dengan adanya tanaman cabai untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Hal senada disampaikan Suhendra, Ketua RT setempat, yang berharap Program GENCAR terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga.
Melalui Program GENCAR, Pemprov Babel menegaskan komitmen menghadirkan kebijakan yang membumi, hadir hingga ke dapur rumah tangga sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. (*/E1)