WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Warga Desa Karangharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mulai membersihkan rumah setelah terendam banjir hampir 2 meter pada Senin (19/1/2026).
Rumah warga sempat terdampak banjir lebih satu meter pada Minggu (18/1/2026) dini hari.
Saat ini banjir sudah mulai surut dan menyisakan ketinggian air 60 sentimeter.
Baca juga: Seluruh Genangan Banjir di 16 Wilayah Kota Bekasi Berangsur Surut dan dalam Kondisi Terkendali
"Banjirnya sampai mau dua meter, sekarang tinggal 60 sentimeter," kata Nahrowi (54), warga Karangharja, Senin (19/1/2026).
Banjir di kawasan itu disebabkan luapan air Kali Ulu.
Saat rumahnya terendam banjir, Nahrowi mengungsi di tenda yang disiapkan pemerintah dan kepolisian di pinggir Jalan Pantura.
Baca juga: Tidak Ada Lagi Genangan, Banjir di Jakarta yang Terjadi Akibat Hujan Deras Telah Surut
Saat ini Nahrowi mulai membersihkan rumahnya meski banjir belum surut sepenuhnya.
"Bersih-bersih dalam rumah saja, yang sudah enggak banjir," katanya.
Ia berharap rumahnya tidak kembali banjir meski cuaca mulai gelap dan hujan turun.
Baca juga: Haru, Ella Laela dan Muhadi Gelar Resepsi Pernikahan Ditengah Banjir di Kapuk Cengkareng Jakbar
Wilayah itu menjadi langganan banjir jika intensitas hujan tinggi ditambah air kiriman dari wilayah Bogor.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir masih meluas di Kabupaten Bekasi.
Data terbaru mencatat sebanyak 22.724 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara 5.344 jiwa terpaksa mengungsi akibat genangan air yang merendam permukiman warga di berbagai wilayah.
Baca juga: Ini Penyebab Banjir dengan Ketinggian Bervariasi di Sejumlah Wilayah di Bekasi Jawa Barat
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan, banjir dilaporkan melanda 41 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Kondisi banjir paling parah terjadi di wilayah Cikarang Utara dan Cikarang Pusat.
Di Desa Karangraharja, Cikarang Utara, tinggi muka air dilaporkan mencapai 200 sentimeter. (maz)