TRIBUNMATARAMAN.COM - Arema FC harus menelan pil pahit setelah dipastikan kehilangan salah satu pilar utamanya, Luiz Gustavo, hingga akhir musim BRI Super League 2025/2026.
Bek tengah asal Brasil itu didiagnosis mengalami cedera lutut serius berupa robekan pada ligamen Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Kabar tersebut cukup mengejutkan publik, mengingat Luiz Gustavo sebelumnya tampil penuh selama 90 menit saat Arema FC menghadapi Persik Kediri pada 11 Januari 2026.
Dalam pertandingan yang dimenangkan Singo Edan dengan skor 2-1 itu, Luiz Gustavo sempat mendapatkan perawatan medis akibat insiden di lapangan.
Meski demikian, ia masih mampu melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir berbunyi.
Dokter Tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., mengungkapkan bahwa cedera ACL tersebut terjadi akibat benturan keras di lapangan.
Insiden itu bermula ketika Luiz Gustavo terjatuh dan tertimpa oleh pemain lain, sehingga menyebabkan robekan pada ligamen lutut kiri.
“Luiz Gustavo mengalami robekan pada ligamen ACL lutut kiri. Cedera ini terjadi akibat insiden di lapangan di mana ia terjatuh dan tertimpa oleh pemain lain,” ujar dr. Nanang.
Sinyal cedera sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa sesi latihan Arema FC. Luiz Gustavo diketahui tidak mengikuti latihan bersama tim dan hanya tampak duduk di tribun, mengamati rekan-rekannya berlatih. Kondisi tersebut akhirnya terkonfirmasi setelah tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan.
Akibat cedera ini, Luiz Gustavo dipastikan harus menjalani tindakan operasi.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi intensif antara tim medis klub, konsultan ortopedi, dan sang pemain. Operasi dinilai sebagai langkah terbaik demi menyelamatkan karier jangka panjang bek berusia 31 tahun tersebut.
“Setelah kami berdiskusi dengan konsultan ortopedi dan tim medis serta menjelaskan kondisi secara menyeluruh kepada pemain, Luiz sepakat memilih opsi operasi segera. Tujuannya agar struktur lututnya bisa pulih sempurna dan ia dapat bermain optimal di masa depan,” tambah dr. Nanang.
Cedera ini membuat Arema FC tidak bisa mengandalkan Luiz Gustavo pada putaran kedua kompetisi. Situasi tersebut menjadi kerugian besar bagi Singo Edan, mengingat kontribusi sang pemain yang sangat vital sepanjang musim ini.
Luiz Gustavo tercatat sebagai satu-satunya pemain Arema FC yang tidak pernah tergantikan dalam 17 pertandingan yang telah dijalani. Ia mengoleksi total 1.530 menit bermain, mencatatkan satu assist, serta menerima tiga kartu kuning.
Konsistensinya menjadikannya pilihan utama pelatih Marcos Santos di jantung pertahanan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengakui bahwa cedera Luiz Gustavo merupakan pukulan berat bagi tim.
Namun, pihak manajemen memilih untuk mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan karier sang pemain.
“Tentu ini berat bagi kami, baik manajemen, pelatih, maupun Aremania. Namun demi kesembuhan dan masa depan karier Luiz, klub harus menyetujui opsi operasi. Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan masa depannya,” ungkap Yusrinal.
Meski harus menepi dalam waktu lama, Yusrinal memastikan bahwa Arema FC tetap bersikap profesional. Luiz Gustavo masih terikat kontrak hingga akhir kompetisi dan akan mendapatkan hak serta dukungan penuh selama menjalani masa pemulihan.
“Luiz tetap bagian dari Arema FC. Klub akan memberikan dukungan penuh selama proses penyembuhan,” pungkasnya.
Pengganti Gustavo
Sementara itu beredar berbagai macam nama pengganti Gustavo.
Mulai dari Bek Persija Thales Lira, lalu ada Nick Kuipers, dan lainya.
Hingga sampai saat ini belum ada kepastian sosok pengganti Gustavo.
Manajemen Arema FC dikabarkan bergerak cepat cari penggantinya.
(tribunmataraman.com)

