25 Tahun Nikmati Jalan Berlumpur Saat Hujan, Warga Talang Banan Pagar Alam Kini Miliki Jalan Aspal
January 19, 2026 03:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Setelah puluhan tahun bergelut dengan lumpur dan debu. Warga Talang Banan, Kelurahan Burung Dinang, Kota Pagar Alam, Sumsel akhirnya bisa menikmati jalan aspal yang layak.

Hal ini membuka harapan baru bagi aktivitas warga dan sektor pertanian.

Jalan tersebut sudah puluhan tahun jadi sumber keluhan karena berlumpur saat hujan dan berdebu di musim kemarau.

Dengan selesai diaspal, kondisi ini menghadirkan senyum lega dan harapan baru bagi puluhan kepala keluarga yang bermukim di kawasan tersebut.

Pasalnya selama bertahun-tahun, akses menuju Talang Banan dikenal sebagai jalan yang memprihatinkan. 

Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara di musim kemarau debu beterbangan mengganggu aktivitas warga.

Bahkan anak sekolah tak jarang batal berangkat karena saat hendak menuju ke sekolah kendaraan yang mereka tumpangi terjatuh.

Padahal, jalan sekitar 2 KM itu merupakan satu-satunya akses keluar masuk bagi 36 Kepala Keluarga (KK) sekaligus jalur utama pengangkutan hasil pertanian.

Di kawasan ini terdapat sekitar 1.000 hektare lahan pertanian produktif, mulai dari kopi hingga aneka sayuran yang menjadi penopang ekonomi warga.

Baca juga: Warga Pertanyakan Proyek Aspal Jalan Sindur Tak Selesai Hingga Pemkot Prabumulih, Ini Penjelasannya

Baca juga: Potret Kerusakan Jalan Penghubung Tanjung Seteko-Palem Raya di OI, Aspal Bisa Dicongkel Tangan

Juman warga yang telah bermukim di Talang Banan sejak tahun 1970 sekaligus Ketua RT 09 RW 02, mengaku haru melihat perubahan yang akhirnya terwujud.

"Sejak puluhan tahun kami tinggal di sini, baru kali ini jalan kami benar-benar dibangun layak. Dulu kalau hujan seperti kubangan kerbau, sekarang alhamdulillah sudah aspal," ujarnya.

Meski Talang Banan sudah resmi menjadi RT sejak 2004, pembangunan jalan tak kunjung terealisasi.

Janji demi janji sempat diterima warga, namun kondisi jalan tetap memprihatinkan hingga beberapa tahun lalu.

"Dulu kalau hujan, anak-anak kadang bawa baju ganti. Bahkan pernah ada yang jatuh, bajunya penuh lumpur, akhirnya pulang dan tidak jadi sekolah," katanya.

Saat ini kondisi jalan sudah aspal membuat aktivitas warga jauh lebih lancar.

Anak-anak berangkat ke sekolah tanpa rasa khawatir, kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan aman, dan hasil pertanian bisa diangkut tanpa hambatan.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Pagar Alam terutama Pak Walikota jalan kami sudah diaspal. Pasalnya jalan ini bukan hanya untuk kami yang tinggal di sini, tapi juga untuk pertanian. Kopi dan sayuran sekarang lebih mudah dibawa keluar," tambahnya.

Bagi warga Talang Banan, jalan aspal bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi simbol perhatian, penggerak ekonomi, sekaligus bukti bahwa penantian panjang mereka akhirnya terbayar dengan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, bahwa dirinya sudah memprioritaskan akses Jalan Talang Banan untuk dibangun di tahun 2025.

"Saya pernah datang kelokasi memang kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Namun saat ini jalan sudah beraspal dan bisa dilalui kendaraan apa saja yang akan berdampak pada perputaran ekonomi kerena disana merupakan pusat pertanian sayur dan kopi," ujarnya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.