TRIBUNSUMSEL.COM - Esther Aprilita Sianipar pramugari jadi korban pesawat ATR 42-500, kini postingan terakhir disorot.
Dilihat dari akun TikTok Esther pernah memposting video sebelum menjadi korban pesawat ATR 42-500.
Ia terakhir memposting potretnya pada 2 Januari 2026 lalu.
Dalam postingannya itu Esther tampak berpose mengenakan baju warna coklat.
Sementara, dalam postingan lainnya, ia tampak dia mengenakan baju putih dipadu bawahan putih.
Ia tampak berlari di pinggir pantai sembari seperti menggandeng tangan seseorang.
"Start again. Fall in love again. Open up again. Trust again. Surrender again. Have faith again. Be happy again," tulisnya di postingan.
Postingan ini pun kini tuai beragam komentar warganet.
"Ter lu pernah bilang ke gua lu mau jadi selebtok, minta ajarin gua gimana cara nya. Sekarang lu liat akun lu jd rame banget ter, se indonesia nyari akun lu, tp gua sedih ter akun lu rame tp dengan cara yang kaya gini ter, apasih terrr. Ayo ter pulang," tulis akun @ma**
"Estheerr… kamu baik2 aja kan sama mba olen disana kita semua tunggu kabar baik kalian, ayoo pulang esther, mba olen" tulis akun @lu**
Baca juga: Curhat Pilu Ayah Esther Pramugari Korban Pesawat ATR Jatuh, Putrinya Minta Maaf Sebelum Terbang
Sementara, pantauan TribunnewsBogor.com, rumah Esther ini berada di sebuah komplek perumahan yang yang diawasi petugas kemanana.
Suasana berbeda terlihat di antara barisan rumah, rumah keluarga Esther dipasangi tenda.
Tenda itu didirikan di jalan depan rumah keluarga Esther lengkap dengan barisan kursi-kursi.
Termasuk botol-botol minuman mineral yang juga dibariskan di depan rumah.
Tenda ini diperuntukan untuk para tamu yang datang ke rumah keluarga Esther.
Teman, tetangga hingga pihak gereja juga sempat berdatangan untuk memanjatkan doa di rumah keluarga Esther ini.
Hingga Senin (19/1/2026), sejumlah orang masih berdatangan ke rumah keluarga Esther.
Baca juga: Keseharian Capt Andy Dahananto Korban Pesawat ATR Jatuh, Dikenal Perhatian, Punya Janji ke Keluarga
Sebelumnya, Adi Saputra, ayah Ester Aprilita Sianipar pramugari jadi korban pesawat ATR 42-500 mengungkapkan putrinya sempat meminta maaf sebelum terbang ke Makassar.
Diketahui, keluarga pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilia S, mendatangi Posko Greeters Meeters Ruang Tunggu Keluarga Penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026).
Saat ditemui Tribun Timur, gurat kesedihan tampak jelas di wajah Adi Saputra.
Ia berharap putri sulungnya itu dapat segera ditemukan dan kembali bersama keluarga ke Jawa Barat.
Adi menyebutkan, komunikasi terakhir dengan Ester terjadi pada Jumat malam, sebelum insiden kecelakaan pesawat.
"Terakhir komunikasi itu Jumat malam,” ujar Adi lirih.
Menurut Adi, Esther saat itu sedang menjalani status standby di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
“Dia standby di Halim. Kalau rute kita nggak tahu, biasanya dari Halim ke Jogja,” jelasnya.
Adi juga mengungkapkan adanya pesan tak biasa dari putrinya saat komunikasi terakhir.
Menurutnya, Ester sempat meminta maaf, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya.
“Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu,” ungkapnya.
Adi mengatakan, dirinya sudah berada di Makassar selama dua hari untuk menunggu perkembangan pencarian.
Ia mengenang Ester sebagai sosok anak yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarga.
“Dia orangnya baik,” ucapnya singkat.
Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.
“Enam jalan ke tujuh tahun,” kata Adi.
Hingga kini, pihak keluarga masih berharap seluruh korban kecelakaan pesawat dapat ditemukan.
“Kita berharap semuanya ditemukan,” ujar Adi.
Sebelum mendatangi posko keluarga penumpang, Adi mengaku telah lebih dulu menjalani pengambilan sampel DNA di RS Bhayangkara Makassar pada malam sebelumnya.
Sebelumnya, ayah Esther Adi pun mengurai curhatan terakhir Esther sebelum jadi korban pesawat jatuh.
Kata Adi, Esther sempat cerita soal alasannya tak bertugas dari pertengahan hingga akhir Desember.
"Dari pertengahan bulan 12 kan dia enggak terbang, dari pertengahan Desember sampai akhir Desember. Karena pesawatnya itu lagi mau dipasang kamera di bawah pesawat itu katanya, kamera cctv, jadi mereka enggak terbang. Jadi masuk Januari mereka terbang lagi," kata Adi.
Terkait dengan alasan Esther bisa ada di Jogja, Adi mengaku tidak tahu.
Karena yang ia tahu, putrinya itu stand by di Jakarta.
"Dia kan stand by di Halim, saya enggak tahu juga kenapa dari Jogja ke Makassar," ujar Adi.
Hingga kini Adi masih optimis Esther bisa dapat keajaiban.
Keluarga masih harap-harap cemas menanti kabar soal kondisi Esther.
"Kami berharap masih ada mukjizat. Karena sampai sekarang kan belum ditemukan. Kami berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat," pungkas Adi.
Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.
Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .
Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.
Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.
"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.
Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.
"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.
Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka
Sehari sebelum dilaporkan jatuh, Pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin.
Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu.
Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan.
Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut.
“Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes."
"Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin, dikutip dari Tribun-Timur.com.
Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.
Berikut daftar korbannya:
1. Capt Andy Dahananto
2. SIC FO M Farhan Gunawan
3. FOO Hariadi
4. EOB Restu Adi P
5. EOB Dwi Murdiono
6. Flight attendant Florencia Lolita
7. Flight attendant Esther Aprilitas
8. Deden dari KKP
9. Ferry dari KKP
10. Yoga dari KKP
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com