Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Buka Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
January 19, 2026 03:04 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi membuka Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan sebagai pusat pengelolaan seluruh program pascasarjana berbasis manajemen, kesehatan, dan sustainability. 

Sekolah ini dirancang menjadi pintu tunggal administrasi program magister, profesi, spesialis, serta pelatihan bersertifikasi di lingkungan Unusa.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng menjelaskan bahwa melalui sekolah ini Unusa akan membuka sejumlah program baru, mulai dari Program Magister Manajemen, Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), hingga program pelatihan bersertifikasi dan pelatihan eksekutif.

“Semua program pascasarjana nantinya akan dipusatkan administrasinya di sekolah ini, meskipun secara akademik tetap berada di fakultas masing-masing. Dengan sistem satu pintu, pengelolaan administrasi hingga kelulusan menjadi lebih terintegrasi,” ujarnya pada SURYA.CO.ID, Senin (19/1/2026).

Penguatan Pendidikan Profesi

Selain program manajemen, Unusa juga menyiapkan penguatan pendidikan profesi dan spesialis di bidang kesehatan.

Baca juga: Jatu Hydroterapi Herbal, Inovasi Dosen Unusa untuk Atasi Nyeri Penderita Diabetes

Yaitu Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, serta PPDS Obstetri dan Ginekologi.

Sementara itu, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan membuka Program Magister Keperawatan (MKep), Program Profesi Ners, dan Program Profesi Bidan. Adapun di Fakultas Kesehatan, Unusa menyiapkan Program Magister Kesehatan Masyarakat (MKM).

Target Program dapat Diselesaikan

Triyogi menargetkan sebagian besar program tersebut dapat diselesaikan dan mulai berjalan pada tahun ini.

Ia menambahkan, pendirian sekolah ini juga selaras dengan kebutuhan global, khususnya dalam penguatan sistem layanan dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami melihat ke depan orientasi dunia pendidikan dan industri adalah sistem. Program ini juga akan berkontribusi pada pencapaian SDGs, termasuk melalui partisipasi dalam program ECCSD (Education for Climate Change and Sustainable Development) Unesco,” katanya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, dan Transformasi Digital Unusa, Prof. Dr. Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng., CSCP, CLTD, IPU, menambahkan seluruh program magister di bawah sekolah ini akan dibekali mata kuliah khusus tentang sustainability.

“Mahasiswa pascasarjana dari berbagai latar belakang akan mendapatkan penguatan materi keberlanjutan. Sekolah ini akan menjadi pusat pengajaran sustainability, baik untuk manajemen maupun kesehatan,” jelasnya.

Kembangkan Program Pelatihan Eksekutif

Ia juga menyebutkan bahwa Unusa akan mengembangkan program pelatihan eksekutif dan short course terkait sustainability leadership dan ESG (Environmental, Social, and Governance), yang kini menjadi persyaratan penting bagi dunia usaha dan institusi global.

Dalam pengelolaannya, Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan akan menerapkan sistem pembelajaran hybrid, dengan tetap menjaga kualitas melalui seleksi mahasiswa yang ketat dan pemilihan dosen yang kompeten.

“Kami hanya akan menerima mahasiswa yang benar-benar layak, memiliki pengalaman, dan komitmen terhadap isu keberlanjutan. Kami juga selektif dalam memilih dosen,” tegasnya.

Buka Peluang Kerja Sama

Untuk memperkuat kualitas akademik, Unusa membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga nasional maupun internasional, termasuk Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta UNESCO.

Dengan kehadiran sekolah ini, Unusa berharap dapat mencetak lulusan pascasarjana yang unggul, multidisipliner, dan memiliki perspektif kuat tentang keberlanjutan di bidang manajemen dan kesehatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.