TRIBUNKALTENG.COM - Kabar Liga Italia, striker Partizan Belgrade berupaya pindah ke AC Milan dengan persyaratan yang telah disepakati.
AC Milan masih berupaya mendatangkan Andrej Kostic, seorang striker yang baru berusia 19 tahun kemarin.
Akan tetapi masih ada kesenjangan antara tawaran dan permintaan yang belum menemukan titik tengah dari kedua belah pihak.
Baca juga: Isu Transfer AC Milan, Rossoneri Rela Lepas Gelandang Kaki Kaca ke Newcastle United
Pemandu bakat AC Milan terkesan dengan penampilan pemain Montenegro itu di paruh pertama musim bersama Partizan Belgrade.
Sebanyak 20 penampilan dan delapan gol, hampir semuanya sebagai pemain pengganti.
Investasi ini terutama akan ditujukan untuk Milan Futuro, tetapi juga dengan jalur yang jelas menuju tim utama.
Poin terakhir yang menjadi kendala
Seperti yang diketahui, Andrej Kostic menginginkan AC Milan dan berupaya keras untuk mengamankan kepindahannya ke Rossoneri.
Jovan Kirovski mencapai kesepakatan mengenai durasi kontrak dan ketentuan finansial beberapa hari yang lalu dengan agen pemain internasional Montenegro U-21 tersebut.
Sekarang dibutuhkan kesepakatan penuh dengan Partizan Belgrade, yang hingga kini masih belum terlalu dekat.
Namun, kontak antara kedua klub cukup konstan dan ada keinginan yang jelas untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Andrej Kostic tiba di Partizan Belgrade musim panas lalu dengan biaya sekitar 1 juta euro dan menandatangani kontrak hingga 2030.
Dalam kesepakatan akhir, Pogdorica juga mencadangkan 20 persen saham dari penjualan kembali pemain muda berbakat tersebut di masa depan.
Saat ini Milan tidak ingin melampaui batas 4 juta euro paling banyak, mereka bisa menambahkan 2 juta euro dalam bentuk bonus.
Akan tetapi, Partizan meminta sekitar 10 juta euro untuk bisa mendapatkan jasa dari sang pemain.
Kedua pihak perlu menemukan jalan tengah, tetapi kemungkinan besar akan diperlukan tawaran baru.
Newcastle United dilaporkan telah memulai kontak terkait potensi transfer Ruben Loftus Cheek dari AC Milan.
Ia menyatakan bahwa para perantara saat ini sedang membahas kemungkinan peminjaman untuk membawa mantan pemain Chelsea itu kembali ke Liga Inggris.
Ruben Loftus Cheek Masuk Dalam Pantauan Newcastle United
Gelandang berusia 29 tahun ini memiliki 11 caps untuk timnas Inggris.
Ia telah mencapai persimpangan karier di Italia.
Gelandang ini telah menunjukkan momen-momen brilian selama masa baktinya di San Siro.
Namun, ia kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler belakangan ini.
Hal ini memicu spekulasi tentang kemungkinan hengkang lebih awal.
Tim asuhan Eddie Howe tampaknya ingin memanfaatkan ketidakpastian ini.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Newcastle United telah secara resmi menanyakan persyaratan untuk mendapatkan jasa Loftus Cheek.
Mereka ingin bergerak sebelum jendela transfer Januari ditutup.
AC Milan tampaknya tetap terbuka untuk negosiasi.
Klub Italia itu bersedia bernegosiasi, asalkan persyaratannya sesuai dengan kebutuhan finansial mereka.
Karier Ruben Loftus Cheek seringkali membuat para pengamat dan penggemar frustrasi.
Padahal ia memiliki bakat fisik dan kemampuan teknis yang luar biasa.
Namun, pemain berusia 29 tahun ini seringkali berurusan dengan cedera yang mengganggu dan tidak pernah benar-benar menemukan posisi tetap.
Para manajer telah menempatkannya sebagai bek bertahan, gelandang box-to-box dan bahkan sebagai penyerang sayap.
Hal ini menghalangi pemain Inggris ini untuk benar-benar menguasai satu peran spesifik.
Meskipun demikian, The Magpies memandang pengalamannya di Liga Inggris sebagai nilai tambah yang besar bagi skuad mereka yang menipis.
Taruhan Berisiko atau Langkah Brilian?
Eddie Howe harus membandingkan manfaat yang jelas dengan risiko yang nyata.
Di atas kertas, Ruben Loftus Cheek memberikan peningkatan langsung dalam hal kehadiran fisik dan kemampuan membawa bola.
Lini tengah Newcastle sangat membutuhkan karakteristik ini selama krisis cedera yang mereka alami saat ini.
Kemampuan pemain Inggris itu untuk menerobos area tengah lapangan dapat mengurangi tekanan pada Bruno Guimarães.
Hal itu juga akan memberikan tampilan berbeda pada lini serang Newcastle.
Selain itu, kesepakatan pinjaman membatasi risiko finansial jangka panjang.
Ini memberi klub kesempatan untuk memeriksa kebugarannya sebelum mereka mengeluarkan uang dalam jumlah besar.
Meskipun begitu, banyak yang akan meragukan logika di balik langkah ini.
Ruang perawatan Newcastle sudah penuh dengan pemain dengan catatan kebugaran yang tidak stabil.
Menambahkan bintang lain yang rentan cedera terasa seperti langkah mundur.
Para penggemar mungkin berpendapat bahwa klub seharusnya mencari talenta yang lebih muda dan lebih tahan lama.
Apalagi jika hanya mencoba menghidupkan kembali karier pemain yang hampir berusia tiga puluhan.
Loftus Cheek lebih berbakat secara alami, tetapi ketersediaan adalah segalanya dalam musim Liga Inggris yang berat.
Tim medis harus yakin tentang daya tahannya.
Tanpa itu, langkah ini terasa lebih seperti solusi cepat dan putus asa di era Mike Ashley.
Ini tidak sesuai dengan perencanaan jangka panjang yang cerdas yang diharapkan penggemar dari pemilik saat ini.
Klub perlu sangat berhati-hati di sini.