TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ribuan kasus gigitan HPR (Hewan Penular Rabies) tercatat setiap tahunnya di Jembrana. Bahkan, di tahun 2025 kemarin ada tiga orang warga meninggal dunia dengan status suspek rabies.
Sebagai upaya penanganan pada manusia atau korban gigitan, Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana menyediakan 4.000an vial Vaksin Anti Rabies (VAR) dan juga Serum Anti Rabies (SAR). Ketersediaan vaksin tersebut disebut cukup untuk semester pertama di 2026 ini.
Meskipun VAR dan SAR tersedia, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan hati-hati ketika melihat HPR dengan tingkah mencurigakan dan segera melaporkan ke petugas terkait. Jika menerima luka gigitan, segera lakukan langkah awal dan segera dibawa ke faskes terdekat untuk memperoleh layanan suntikan VAR dan SAR untuk areal risiko tinggi seperti wajah dan ujung jari.
Baca juga: 11 Gepeng Hingga Pengamen Diserahkan Ke Dinsos Denpasar Bali, Satpol PP Minta Warga Tak Beri Uang
Apalagi sesuai data tahun 2025, jumlah hewan yang tercatat positif rabies sebanyak 116 ekor terdiri dari anjing dan kucing. Jumlah ini jauh menanjak dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya 54 kasus.
"Jumlah kasus gigitan tergantung dari penanganan HPR," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana,dr I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Besok 20 Januari 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jembrana
Menurutnya, ketika penanganan HPR di lapangan dengan maksimal, praktis kasus gigitan pada manusia juga akan menurun. Sehingga ini harus dikerjakan bersama-sama, baik dari bidang Keswan-Kesmavet di Dinas Pertanian dan Pangan hingga masyarakat.
"Namun kesadaran masyarakat yang jadi korban gigitan juga krusial. Jika mengabaikan dan tidak melakukan langkah penanganan setelah diserang HPR, ada kemungkinan bakal tertular," tegasnya.
Disinggung mengenai ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) di Jembrana, Ambara menegaskan stok VAR di Jembrana masih aman. VAR tersedia di rabies center seperti RSU Negara dan Puskesmas yang ada di Gumi Makepung.
"Stok VAR dan SAR di Jembrana aman. Saat ini ada 4000an vial Vaksin Anti Rabies (VAR) dan juga tersedia SAR untuk kasus gigitan berisiko tinggi seperti pada ujung jari dan juga areal wajah," jelasnya.
"Kita juga selalu koordinasi dengan provinsi untuk backup ketersediaan vaksin ini," imbuhnya.
Dia menegaskan, ketika ada masyarakat yang digigit anjing atau HPR lain agar segera melakukan langkah-langkah penanganan. Di awal, masyarakat yang diserang HPR bisa mencuci luka dengan sabun di air mengalir minimal 10-15 menit lamanya. Kemudian, jika mengetahui bahwa HPR yang menyerang menunjukkan gejala rabies bahkan mati usai menyerang harus segera datang ke faskes terdekat untuk mendapat layanan VAR.
"Intinya jangan panik. Lakukan langkah penanganan awal dan dilarikan ke faskes terdekat agar mendapat penanganan sesuai SOP yang berlaku dari petugas kesehatan," tegasnya.