Jakarta (ANTARA) - Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Barat menunjukkan peningkatan pada Oktober sampai dengan Desember 2025.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna saat dihubungi di Jakarta, Senin, merinci, pada Oktober 2025 tercatat 160 kasus, November 161 kasus dan Desember meningkat menjadi 163 kasus.

“Sementara untuk Januari 2026 hingga 15 Januari pukul 16.00 WIB, tercatat 19 kasus DBD di Jakarta Barat,” katanya.

Ia menyampaikan, untuk periode tanggal 1 hingga 15 Januari 2026, kasus terbanyak berada di Kebon Jeruk dengan tujuh kasus, yang kemudian disusul empat kasus dari Kembangan.

“Untuk di Kalideres tiga kasus, Tambora dua kasus, serta masing-masing saru kasus di Taman Sari, Grogol Petamburan, dan Cengkareng. Sementara di Palmerah dilaporkan nihil kasus DBD,” katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada Januari 2026 mendukung perkembangan nyamuk aedes aegypti.

“Kelembaban udara diperkirakan mencapai 82 persen, berada dalam rentang kelembaban optimum nyamuk yakni 71–83 persen, dengan suhu berkisar 24 hingga 31 derajat Celsius,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pengendalian DBD terus dilakukan melalui pemantauan vektor atau jentik nyamuk dengan mengutamakan peran serta masyarakat.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran DBD.

“Untuk mencegah penyebarannya, kami tetap melaksanakan PSN di semua tatanan,” katanya.