TRIBUN-TIMUR.COM - Muhammad Alif Alrasied, pemuda asal Cakke, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dilaporkan menjadi korban longsor di area (site) tambang nikel, di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Alif tertimbun pada Jumat (16/1/2026).
Korban bekerja di salah satu perusahaan tambang.
"Hingga Ahad atau Minggu, 18 Januari, belum ditemukan," kata salah satu rekan seangkatan korban saat kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Senin (19/1/2026).
"Kejadian di hari Jumat di @hte.indonesia.official site MHM haltim, hari yg baik untuk orang baik. Cuma 1 kali bisa ngobrol panjang tgl 3 nov kmarin, trlihat pribadi yg memiliki semangat kerja yg tinggi, semoga pihak perusahaan kontraktor dan owner bisa bertanggungjawab memberikan yg trbaik untuk menemukanmu dek.. Aamiin," tulis pemilik akun Instagram @akhsanulricky mengomentari posting-an foto Alif.
Alif memiliki akun bernama @fhuad.ambe02_.
Korban merupakan alumnus Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI angkatan tahun 2015.(*)