TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA -Palangka Raya selama ini identik dengan wisata air hitam dan susur sungai yang eksotis. Namun, siapa sangka, di tengah Kota Palangka Raya juga tersimpan alternatif wisata tak kalah seru dan edukatif, yakni wisata berkuda.
Kali ini, Tribunkalteng.com menjajal Wisata Edukasi Berkuda Lizzas, destinasi rekreasi cocok untuk keluarga sekaligus pecinta aktivitas alam.
Pelatih Wisata Berkuda Lizzas, Rohmat Hidayat mengatakan, wisata berkuda tersebut mulai hadir di Kalimantan Tengah sejak 7 Januari 2020.
Saat itu, pihaknya pertama kali menginjakkan kaki di Palangka Raya dengan tujuan memperkenalkan kuda kepada masyarakat umum.
“Awalnya kami datang ke Kalteng karena melihat belum ada wisata berkuda. Itu yang kami lihat sebagai peluang,” kata Rohmat kepada Tribunkalteng.com, Minggu (18/1/2026).
Namun pada tahap awal, konsep yang dijalankan belum langsung dibuka sebagai wisata umum.
Kegiatan berkuda masih bersifat pribadi karena masih dalam tahap penyesuaian lokasi dan adaptasi kuda dengan lingkungan baru.
“Waktu itu kudanya juga butuh adaptasi. Tapi karena banyak warga sekitar yang bertanya dan tertarik, akhirnya kami memutuskan membuka untuk umum,” ujarnya.
Wisata Edukasi Berkuda Lizzas menawarkan konsep berkuda dengan mengedepankan lokasi dan pemandangan alam sekitar.
Letaknya yang strategis, dekat dengan kawasan Taman Nasional Sebangau, Dermaga Kereng Bangkirai, serta Sirkuit Sabaru, menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengunjung.
“Yang kami jual itu pemandangan. Banyak juga datang bukan hanya untuk berkuda, tapi juga untuk foto, termasuk foto prewedding,” kata Rohmat.
Pengunjung dapat memilih berbagai paket wisata, mulai dari durasi singkat hingga paket interaksi berkuda.
Selain wisata, pengelola juga membuka kelas berkuda bagi masyarakat yang ingin belajar lebih serius.
“Kelasnya ada dua, per pertemuan dan paket delapan kali pertemuan. Tidak harus selesai dalam satu bulan, bisa dua atau tiga bulan, kami menyesuaikan dengan kondisi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Rohmat, sebagian besar peserta kelas masih pemula dan belum pernah naik kuda sebelumnya. Karena itu, aspek edukasi dan pendampingan menjadi perhatian utama.
Saat ini, Wisata Edukasi Berkuda Lizzas memiliki lima ekor kuda khusus digunakan untuk wisata. Kuda-kuda tersebut dipilih karena memiliki karakter tenang dan aman untuk pengunjung umum.
“Kuda wisata itu harus kalem. Kalau kuda pribadi karakternya beda, ada agresif dan tidak bisa dicampur dengan orang umum,” ujarnya.
Wisata ini terbuka untuk semua usia, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Setiap pengunjung wajib mendapatkan arahan teori sebelum praktik, serta didampingi oleh pembina atau groomer.
“Yang paling penting itu cara mendekati kuda. Tidak boleh sembarangan. Harus kenalan dulu supaya kuda merasa aman,” kata Rohmat.
Dari sisi keamanan, pengelola menyediakan perlengkapan seperti helm, sepatu, dan sarung tangan. Kuda juga dilatih tanpa kekerasan, tanpa menggunakan sabetan.
“Kami hanya pakai instruksi kaki dan suara. Yang penting pengunjung patuh pada arahan,” tegasnya.
Selain sebagai wisata, berkuda juga dinilai memiliki manfaat terapeutik. Rohmat menyebut, di beberapa daerah aktivitas berkuda bahkan dimanfaatkan sebagai terapi, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
Antusiasme masyarakat Palangka Raya terhadap wisata ini dinilai cukup baik sejak pertama dibuka. Kendala utama justru terletak pada keterbatasan tenaga perawat kuda.
“Kalau pengunjung ramai, tidak semua bisa terlayani. Kalau ada kerja sama dengan pemerintah, kami terbuka,” ujarnya.
Wisata Edukasi Berkuda Lizzas berlokasi di Jalan Surung, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, belakang Masjid Raudhatul Jannah.
Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00–11.00 dan 13.00–16.30. Khusus Minggu, operasional hanya setengah hari karena kegiatan Car Free Day.
Untuk tarif, wisata berkuda berkeliling selama 30 menit dibanderol Rp100 ribu, sementara paket interaksi berkuda Rp150 ribu per 30 menit.
Ke depan, pengelola berencana mengembangkan aktivitas Horseback Archery atau memanah di atas kuda, meski membutuhkan waktu panjang dalam proses pelatihan kuda.
“Melatih kudanya bisa sampai dua setengah tahun,” kata Rohmat.
Salah satu pengunjung, Salman (27), mengaku baru pertama kali mencoba berkuda di Wisata Edukasi Berkuda Lizzas.
Ia tertarik datang setelah mengetahui bahwa tempat tersebut menjadi satu-satunya wisata berkuda di Palangka Raya.
“Kesannya bagus. Ada trek kecil dan trek besar, masing-masing punya tantangan sendiri,” kata Salman.
Meski baru pertama kali di lokasi tersebut, Salman mengaku sudah memiliki pengalaman berkuda sejak masa kuliah.
Baca juga: Berkuda di Car Free Day Palangka Raya Kalimantan Tengah, cuma Rp25 Ribu
Baca juga: Wisata Palangkaraya, Berawal Kegemaran Pribadi Edukasi Berkuda Shiddiq Stable Kini Ramai Pengunjung
Menurutnya, berkuda memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik maupun keseimbangan tubuh.
“Selain sehat, sebagai muslim berkuda juga termasuk anjuran. Itu yang bikin saya tertarik,” ujarnya.
Salman berharap ke depan jalur berkuda bisa dirapikan agar lebih nyaman bagi kuda.
Namun secara keseluruhan, ia menilai wisata ini berpotensi menjadi pilihan hobi baru bagi masyarakat Palangka Raya.
“Berkuda bisa jadi alternatif hobi yang menarik di Palangka Raya,” pungkasnya.