TRIBUNKALTENG.COM - Jadi perhatian ada perubahan nama Aura Kasih di bio akun Instagram pribadinya, pasca Ketuk palu Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung pada Rabu (7/1/2026) yang menjadi titik akhir perjalanan rumah tangga pasangan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya.
Memang tak ada kaitan langsung antara perubahan akun Aura Kasih dengan perpisahan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, namun situasi ini menjadi perhatian viral pengguna sosial media, berdasar dari pantauan Tribunkalteng.com, Senin 19 Januari 2026.
Baca juga: Keadaan Ruben Onsu Kini Diceritakan Betrand Peto, Isu Menikah Bersama Ayu Ting Ting Terungkap
Sementara itu, Aura Kasih sampai saat ini masih diam, akun Instagram yang diketahui dikelola oleh timnya terus mengunggah apapun tanpa menanggapi komentar miring netizen. Kolom komentar postingannya sudah ditutup.
Faktanya, dulu Akun Aura Kasih adalah Sunny. Nama Sunny sendiri diduga terinspirasi nama depannya, yakni Sanny Aura Syahrani.
Nama Sunny juga seolah melengkapi foto profilnya berupa bunga matahari. Dari bahasa Inggris, Sunny berarti cerah dan bersinar.
Namun kini nama Sunny diubah menjadi Febria. Febria yang dekat dengan kata Februari ada kaitannya dengan Aura sebagai bulan kelahirannya. Aura Kasih diketahui lahir pada 26 Februari 1988.
Sementara, sumber lain mengungkap jika nama asli Aura Kasih adalah Shahiyanny Febria Wiraatmadja.
Di Balik Putusan Cerai
Camillia Laetitia Azzahra atau Zahra, memilih untuk tidak diasuh oleh sang ayah.
Pihak pengadilan secara resmi mengabulkan gugatan cerai yang dilayangkan Atalia sejak Desember 2025 lalu.
Dalam putusan tersebut, terungkap fakta mengenai masa depan anak-anak mereka yang kini harus terbagi di dua rumah yang berbeda.
Salah satu poin paling krusial dalam perceraian ini adalah hak asuh anak.
Mengingat usianya yang sudah dewasa, Zahra secara hukum memiliki hak mandiri untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa harus mengikuti aturan hak asuh anak (hadhanah).
Humas PA Kota Bandung, Ikhwan Sopyan, mengonfirmasi bahwa berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, hak asuh jatuh ke tangan Atalia Praratya.
"Intinya untuk anak disepakati oleh kedua belah pihak, ke ibunya," ujar Ikhwan, melansir dari Kompas.com.
Keputusan Zahra untuk tetap bersama Atalia dan seolah "meninggalkan" Ridwan Kamil ini langsung menjadi sorotan.
Tak hanya soal Zahra, nasib anak asuh mereka, Ar (5), juga menjadi tanda tanya.
Namun, kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, memberikan penjelasan bahwa nama Ar tidak masuk dalam daftar putusan hak asuh pengadilan.
Hal ini dikarenakan status Ar yang merupakan foster care atau izin asuh, bukan anak adopsi secara hukum perdata. Statusnya tetap sebagai "Anak Negara".
"Terkait Ar sendiri sistem pengasuhannya secara bersama-sama. Teknis pembagian waktunya nanti dibagi-bagi, berapa hari di Pak RK (Ridwan Kamil) dan berapa hari di Ibu Atalia," terang Debi.
Alasan Zahra Lebih Pilih Atalia
Mengapa Zahra lebih memilih tinggal bersama Atalia Praratya ketimbang Ridwan Kamil?
Debi Agusfriansa membeberkan alasan di balik keputusan mandiri sang klien.
Berdasarkan hasil mediasi pada 19 Desember 2025, keputusan tersebut murni keluar dari keinginan Zahra sendiri tanpa paksaan pihak manapun.
Sebagai anak yang sudah dewasa secara hukum, Zahra memiliki hak penuh untuk menentukan tempat tinggalnya.
"Betul keputusan sendiri, karena sudah dewasa jadi punya hak memilih. Terkait kenapa memilih ibunya, karena mungkin faktor psikologis anak terhadap ibunya," tegas Debi.
Faktor psikologis dan kedekatan batin antara ibu dan anak perempuan disinyalir menjadi alasan utama Zahra merasa lebih nyaman berada di bawah asuhan Atalia di tengah guncangan keluarga yang mereka hadapi.
Ikhlas dan Tak Ada Banding
Proses perceraian yang dilakukan melalui sistem e-court ini tergolong cepat.
Sejak didaftarkan pada 9 Desember 2025, proses mediasi hingga pembuktian saksi hanya memakan waktu kurang dari satu bulan.
Pihak Ridwan Kamil melalui kuasa hukumnya, Wenda Aluwi, menyatakan bahwa kliennya telah ikhlas menerima kenyataan pahit ini, termasuk keputusan anak-anaknya.
"Sudah sepakat dan ikhlas, semoga menjadi hal baik untuk kedua belah pihak," ungkap Wenda.
Ridwan Kamil pun menitipkan permohonan maaf kepada Atalia Praratya lewat kuasa hukumnya.
Tidak hanya untuk Atalia Praratya secara pribadi, tetapi juga untuk keluarga besar dan masyarakat yang selama ini mengagumi keharmonisan mereka.
"Pak Ridwan Kamil pertama ingin mengucapkan permintaan maaf kepada Ibu Atalia, keluarga besar, dan masyarakat luas atas kegaduhan yang terjadi terkait proses perceraian ini," lanjut Wenda.
Meski pahit, ia memilih untuk berserah diri kepada takdir yang sudah digariskan.
"Beliau menerima dan mendoakan Ibu Atalia, juga mendoakan dirinya sendiri agar setelah ini mendapatkan yang terbaik. Beliau bilang, kalau jodoh itu kan di tangan Tuhan. Ini rahasia Allah," ungkap Wenda.
(Tribunkalteng.com)