Baznas Kota Serang Bidik Kepatuhan Zakat ASN Pemkot, Target 2026 Rp6,5 Miliar
January 19, 2026 06:19 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Serang menargetkan pengumpulan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sebesar Rp6,5 miliar pada tahun 2026.

Dengan langkah optimalisasi, Baznas optimistis realisasi zakat ASN dapat melampaui target hingga menembus angka Rp7 miliar sampai Rp10 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, Baznas telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Induk yang menaungi UPZ di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Serang.

Baca juga: Pemkot Serang Optimalkan Zakat Penghasilan ASN, PPPK Paruh Waktu Tidak Wajib

“Ada, target kita sebesar Rp6,5 miliar. Dengan estimasi yang telah kami hitung, mudah-mudahan minimal bisa mencapai Rp7 miliar hingga Rp10 miliar. Kami bukan hanya ingin melewati target, tetapi optimalisasi pengumpulan zakat itu yang sesungguhnya,” kata Ketua Baznas Kota Serang, Mahyudi Yusuf, Senin (19/1/2026).

Ia mengungkapkan pembentukan UPZ Induk bertujuan untuk mempercepat dan mengoptimalkan pengumpulan zakat ASN yang selama ini dinilai belum maksimal.

Secara teknis, pengumpulan zakat dilakukan melalui bendahara di masing-masing OPD, kemudian disetorkan ke rekening UPZ di bawah koordinasi Baznas Kota Serang.

“Contohnya di Dinas Pendidikan (Dindik), terjadi peningkatan hingga tujuh kali lipat. Sebelumnya, setiap bulan Dindik hanya menyetorkan sekitar Rp30 juta, sekarang berdasarkan laporan yang kami terima mencapai Rp231 juta,” ucap Mahyudi.

Baznas berharap OPD lain yang tingkat kepatuhan zakat ASN masih berada di kisaran 20 hingga 30 persen dapat meningkatkan kepatuhan mendekati 100 persen.

“Karena Pak Wali menjanjikan, jika kewajiban tersebut tidak ditunaikan, maka yang bersangkutan akan dipanggil,” jelasnya.

Mahyudi menambahkan, zakat yang dihimpun dari ASN Pemkot Serang akan disalurkan melalui lima program utama Baznas, yakni Serang Cerdas, Serang Takwa, Serang Sehat, Serang Ekonomi, serta program sosial lainnya.

“Serang Sehat, misalnya, kami membiayai dan membantu masyarakat yang sakit, termasuk membantu dhuafa yang sedang menunggu anggota keluarganya dirawat,” ujar Mahyudi.

“Serang Cerdas itu membantu beasiswa. Dalam istilah audit, beasiswa berarti membiayai satu orang dalam pendidikannya dari awal hingga akhir. Saat ini, kami masih dalam bentuk bantuan pendidikan karena sifatnya baru sebagai stimulan,” sambungnya.

Adapun program Serang Takwa akan menyalurkan bantuan kepada guru ngaji dan marbot. Sementara itu, Serang Ekonomi difokuskan untuk membantu pelaku UMKM melalui program pendayagunaan zakat.

“Serang Ekonomi itu kami membantu UMKM, dan UMKM inilah yang akan menjadi sasaran utama pendayagunaan zakat,” pungkas Mahyudi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.