Segel Gerbang Dibuka, Murid SDN 1 Gerendong Pandeglang Kembali Masuk Sekolah
January 19, 2026 06:19 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Gerendong di Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah gerbang sekolah yang sempat digembok oleh ahli waris kembali dibuka.

Sebagaimana diketahui, SD Negeri 1 Gerendong sebelumnya disegel oleh ahli waris pada Senin (19/1/2026). Penyegelan dilakukan oleh ahli waris atas nama H Isa bin Sumatri.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com di lokasi, segel sempat terpasang di pagar sekolah dengan tulisan, “Tanah ini milik H Isa bin Sumatri, Blok 12 Persil 88 dengan luas tanah 400 meter.”

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pembongkaran Makam di Jawilan Serang oleh Orang Tak Dikenal

Saat pantauan dilakukan, gerbang sekolah sudah dalam kondisi terbuka. Suasana sekolah terlihat sepi dan para murid diduga telah pulang ke rumah masing-masing.

Salah seorang guru SD Negeri 1 Gerendong, Budi, mengatakan para murid dapat kembali masuk sekolah dan belajar setelah gembok gerbang dibuka oleh pihak ahli waris sekitar pukul 10.00 WIB.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 10.00 WIB anak-anak sudah bisa masuk dan kembali belajar seperti biasa,” ujarnya saat ditemui di sekolah.

Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, kemudian para murid dipulangkan.

“Tadi anak-anak belajar dari pukul 10.00 sampai 12.00 WIB, setelah itu langsung pulang,” sambungnya.

Menurut Budi, pihak ahli waris sempat datang langsung ke sekolah bersama kuasa hukumnya.

“Tadi ahli waris beserta pengacaranya datang. Selain itu, ada juga pihak dinas, korwil, camat, dan pihak terkait lainnya yang datang ke sini,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti motif penyegelan yang dilakukan oleh ahli waris tersebut.

“Belum tahu apa motifnya, karena saya juga belum mendapatkan informasi yang jelas,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan meskipun kondisi sekolah sempat tidak kondusif, proses belajar mengajar akan tetap diupayakan berjalan.

Namun, apabila sekolah kembali disegel, pihak sekolah akan menggelar rapat bersama orang tua murid untuk menentukan lokasi alternatif kegiatan belajar.

“Instruksi saat ini sekolah tetap masuk seperti biasa. Tetapi ke depan, kalau ada penyegelan lagi, kami akan rapat dengan orang tua murid untuk mencari tempat lain. Hak anak untuk belajar harus tetap berjalan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.