Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, berencana membuat kompetisi pendapatan desa sebagai upaya mendorong peningkatan kemandirian fiskal dan optimalisasi potensi ekonomi di tingkat desa.
Program ini dirancang, kata dia, untuk memacu kreativitas pemerintah desa dalam menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), yang nantinya dapat berdampak pada peningkatan penerimaan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD).
Semakin desa mampu menggali potensi pendapatannya, lanjut Farhan, diyakini tingkat kepatuhan Wajib Pajak (WP) juga akan semakin meningkat, sehingga nilai BHPRD yang diterima desa ikut bertambah.
Baca juga: Makam Sajim di Serang Banten Dibongkar OTK, Keluarga Kenang Sosok Almarhum
Farhan menjelaskan, ke depan akan dibuat sistem beserta aplikasinya yang menyerupai liga sepak bola, yang disebut Liga Desa Fiskal. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melihat langsung peringkat desanya melalui ponsel.
Hal ini diharapkan dapat memacu semangat para kepala desa untuk berlomba-lomba meningkatkan dan menggali PADes, agar desanya tidak berada di peringkat terbawah.
“Agar bagi hasilnya tinggi dan bisa dimanfaatkan oleh desa serta masyarakat, ini menjadi simbiosis mutualisme. Kami tidak bisa melakukannya sendirian karena keterbatasan pegawai tidak mungkin cukup untuk meng-cover seluruh potensi yang ada di 29 kecamatan dan 326 desa,” ujar Farhan kepada TribunBanten.com, Senin (19/1/2026).
“Artinya, kita butuh peran aktif pemerintah desa untuk berpartisipasi menjadi duta-duta pendapatan. Dengan begitu, saya yakin kemandirian fiskal di Pemkab Serang akan semakin kuat,” tambahnya.
Farhan mengatakan, kompetisi ini akan melibatkan seluruh desa se-Kabupaten Serang.
Setiap desa akan dinilai berdasarkan kemampuan meningkatkan pendapatan, inovasi dalam pengelolaan potensi lokal, serta tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.
Rencana kompetisi pendapatan desa ini juga diharapkan dapat menjadi sarana berbagi praktik baik antardesa. Desa yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan signifikan akan dijadikan contoh bagi desa lain dalam mengembangkan sektor unggulannya.
“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor enam, yaitu pembangunan dimulai dari desa, pemerataan ekonomi, dan sebagainya. Kemandirian desa akan terwujud karena semua bergerak,” ucapnya.
“Mudah-mudahan ini bisa mendorong motivasi masyarakat desa untuk membangun desanya menjadi lebih baik, pemerintah desa semakin mandiri secara finansial, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Farhan menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pemetaan potensi masing-masing desa untuk menilai relevansi penerapan kompetisi tersebut pada tahun ini, mengingat adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Selain itu, Bapenda juga perlu berkoordinasi dengan pihak kecamatan guna memperoleh data dan informasi yang valid terkait potensi desa.
“Membuat sistem dan aplikasi ini tentu tidak mudah. Karena itu, kami harus memetakan terlebih dahulu. Namun dari 326 desa, saya yakin semuanya memiliki potensi masing-masing. Kabupaten Serang juga sudah tidak memiliki desa tertinggal. Desa bisa mengembangkan berbagai potensi yang kemudian digali, termasuk sektor pajak, sehingga akan terlihat antara pendapatan yang masuk dengan bagi hasil yang diterima desa,” pungkasnya.